60 Menit Bersama SBY

Ibu Ani Yudhoyono: Bapak Sangat Mencintai dan Peduli Aceh

Ibu Ani Yudhoyono: Bapak Sangat Mencintai dan Peduli Aceh
Foto: Bisnis Aceh
SEJAK menjadi Menkopolkam di era Presiden Megawati Soekarno Putri hingga Presiden RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014), Susilo Bambang Yudhono (SBY) sangat peduli pada Aceh. Itu dibuktikan dengan menerapkan berbagai kebijakan dan alokasi anggaran yang besar untuk Tanah Rencong.

Yang paling penting adalah SBY langsung merealisasikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), setahun setelah perjanjian damai RI-GAM, 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia. Termasuk tak pernah putus asa untuk meretas jalan damai antara Pemerintah RI dengan GAM. "Bahkan, sebelum Agus (putra pertama SBY) bertugas di Aceh Selatan, Bapak sudah ke Aceh," kata Bu Ani, didampingi Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya dalam wawancara khusus dengan MODUSACEH.CO, Selasa sore, (23/8/2016) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Wawancara berlangsung di salah satu ruang perpustakaan pribadi SBY yang sejuk dan nyaman dengan koleksi sekitar 200 ribu buku dalam berbagai bahasa.

Sebagai ibu negara, Bu Ani mengatakan, banyak pengalaman yang diperolehnya bersama SBY dalam menanggani Aceh. "Kadang-kadang bapak sempat kesal juga ketika ada kebijakan yang berjalan lambat di Aceh dan Jakarta, atau ada kesepakatan yang awalnya sudah setuju tiba-tiba berubah. Terutama soal jalan damai bagi Aceh," kenang Bu Ani.

Meski begitu, SBY tetap membuka komunikasi dan dialog dengan berbagai elemen masyarakat di Aceh, Jakarta serta dunia internasional. Mulai dari pimpinan GAM ketika itu, ulama serta para pegiat perdamaian di dunia. "Bapak selalu dan tetap yakin dengan niat ikhlas dan kerja keras serta saling percaya, Aceh Insya Allah damai. Hasilnya, Alhamdulillah hingga saat ini damai sudah 11 tahun terwujud di Aceh," ujar Ibu dari Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ini.

Dikisahkan Bu Ani. Menghadapi situasi seperti itu, SBY sering mengajaknya untuk berdiskusi. "Saya nyambung karena saya anak tentara juga. Almarhum ayah saya Sarwo Edie Wibowo sering mengajar kami tentang arti penting perdamaian," ucap Bu Ani.

Masih kata Bu Ani. Dalam mengambil berbagai kebijakan soal Aceh, SBY sering meminta pendapat ulama di Aceh. "Bapak sangat dekat dengan Abu Kuta Kreung, Abu Tumin, dan ulama kharismatik lainnya seperti, almarhum Abu Adnan Bakongan, alrmarhum Abu Panton, almarhum Abuya Nasir Wali dan almarhum Abu Ibrahim Woyla. Pak SBY sering berkomunikasi dengan ulama-ulama kharismatik tersebut," ungkap Bu Ani.

Berbicara tentang Aceh, Bu Ani tak pernah lupa dengan citarasa kulinernya yang nikmat. Bu Ani mengaku  paling suka dengan ayam tangkap dan ikan keumamah. "Kalau ke Aceh saya selalu cari itu," sebut Bu Ani.

Walau kini SBY tak lagi presiden, menurut Bu Ani, tak berarti Aceh dilupakan. SBY tetap memantau berbagai perkembangan sosial, politik dan ekonomi Aceh. "Bahkan saat peringatan tsunami Aceh, bapak menulis di berbagai media internasional," kata Bu Ani.*

Komentar

Loading...