Ibadah Haji Ditiadakan, 343 CJH Bireuen Gagal Berangkat

Ibadah Haji Ditiadakan, 343 CJH Bireuen Gagal Berangkat
Drs H Mukhlis
Penulis
Rubrik

Bireuen | Sejalan keputusan Menteri Agama RI Fachrul Razi yang menyatakan, Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan calon jamaah haji (CJH) 2020. Keputusan itu berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI).

Nah, terkait soal keuputusan itu, di Kabupaten Bireuen ada 343 Calon Jamaah Haji (CJH) yang batal berangkat pada musim haji tahun 1441 Hijiriah atau 2020 Masehi. Jumlah yang batal itu akan diberangkatkan pada musim haji 2021 mendatang.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Bireuen, Drs. H. Mukhlis menjelaskan hal itu kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa.

“Yang sudah melunasi biaya keberangkatan tahap satu sampai dua sebanyak 263 CJH, selebihnya belum lunas,” terangnya.

Saat ditanya jumlah CJH pria dan wanita serta jumlah jamah yang termuda, Mukhlis menyebutkan pihak belum mendata dan memisahkan jumlah yang dimaksud itu. ”Belum kita pisahkan, biasanya nanti saat manasik baru kita pisahkan,” jelasnya.

Masih kata Muhklis dana yang telah disetor CJH itu akan dikelola Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH).

“Uang yang dikelola itu tetap akan utuh, jasanya akan dikembalikan kepada jamaah yang akan berangkat pada 2021. Tapi kalau ada jamaah yang akan menarik uang itu boleh juga. Pemerintah memberikan kesempatan untuk menarik bagi yang sudah melunasi saja, yang ditarik itu hanya sisa pelunasan saja, lebih kurang Rp 6 juta,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tidak memberangkatkan calon jamaah haji (CJH) 2020. Keputusan itu berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI). “Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji pada 2020 atau tahun 1441 Hijriah,” kata Menag dalam jumpa pers yang disiarkan langsung melalui YouTube, Selasa.

Fachrul Razi menyampaikan, keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, pemerintah Arab Saudi hingga saat ini masih belum membuka akses masuk bagi negara manapun terkait pandemi virus corona (Covid-19).

“Tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah juga telah berupaya maksimal. Namun keputusan pemerintah tidak memberangkatkan CJH pada 2020 ini harus diambil meski pahit.

Fachrul menyebut, pemerintah tidak punya cukup waktu untuk persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan CJH karena pandemi Covid-19 yang masih melanda Arab Saudi dan Indonesia.

Sementara itu, Fachrul mengatakan, bagi CJH yang telah melunasi biaya perjalanan haji tahun ini, akan diberangkatkan pada 2021 mendatang.***

Komentar

Loading...