Publikasi BPS 15 Juli 2020

Hingga Maret 2020 Penduduk Miskin Aceh Bertambah, Ketimpangan Pengeluaran Cenderung Semakin Besar

Hingga Maret 2020 Penduduk Miskin Aceh Bertambah, Ketimpangan Pengeluaran Cenderung Semakin Besar
Data Kemiskinan Aceh versi BPS Provinsi Aceh, 15 Juli 2020 (Foto: Ist)
Rubrik

Jumlah Penduduk Miskin Aceh pada Maret 2020 sebanyak 814,91 ribu orang, bertambah 5,1 ribu orang dibanding September 2019 sebesar 809,76 ribu orang. Jika dibanding Maret 2019, berkurang 4,5 ribu orang atau sebanyak 819,44 ribu orang. sementara kondisi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga cenderung semakin besar.

Banda Aceh | Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Rabu, 15 Juli 2020 mengungkap. Hingga Maret 2020, penduduk miskin berjumlah 814,91 ribu jiwa (14,99%). Garis Kemiskinan Rp 522.126,- per kapita. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), 2,716. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), 0,708. Sementara Gini Ratio, 0,323.

Untuk mengukur kemiskinan tadi, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach). Artinya, dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan  dan  bukan makanan).

Begitupun, dibanding September 2019 yaitu sebesar 15,01 persen. Persentase penduduk miskin Aceh pada Maret 2020 sebut BPS sebesar 14,99 persen. Ini berarti turun 0,02 poin. Selain itu, jika dibanding Maret 2019, juga turun 0,33 poin atau sebesar 15,32 persen,

Di sisi lain tulis BPS Provinsi Aceh. Jumlah penduduk miskin Aceh pada Maret 2020 sebanyak 814,91 ribu orang atau bertambah 5,1 ribu orang dibanding September 2019 atau sebesar 809,76 ribu orang. Sedangkan jika dibanding Maret 2019, berkurang 4,5 ribu orang yang sebanyak 819,44 ribu orang.

Tak hanya itu, selama September 2019 hingga Maret 2020. Garis Kemiskinan naik sebesar 3,51 persen, yaitu dari Rp 504.414,- per kapita per bulan pada September 2019,  menjadi Rp522.126,- per kapita per bulan pada Maret 2020.

Nah, pada bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Aceh sebanyak 814 ribu orang (14,99 persen) atau bertambah sebanyak 5 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 yang jumlahnya 809 ribu orang (15,01 persen).

Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 4 ribu orang (15,32 persen).

Selama periode September 2019  hingga Maret 2020, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan sedangkan di perkotaan mengalami kenaikan.

Di perkotaan, persentase penduduk miskin naik sebesar 0,37 poin (dari 9,47 persen menjadi 9,84 persen), sedangkan di daerah perdesaan turun 0,22 poin (dari 17,68 persen menjadi 17,46 persen).

20200715-bps1

Terkait komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang berpengaruh terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, dan listrik.

Pada periode September 2019-Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami kenaikan dari 2,580 pada September 2019 menjadi 2,716 pada Maret 2020. Sementara itu Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan dari 0,667 pada September 2019 menjadi 0,708 pada Maret 2020.

Pada Maret 2020, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Aceh yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,323. Angka ini sedikit mengalami kenaikan dibanding September 2019 yang tercatat sebesar 0,321.

Distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 20,85 persen pada Maret 2020. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,79 persen, sementara untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 22,68 persen.

Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan yaitu tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Menurut BPS Provinsi Aceh, pada periode September 2019-Maret 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan.

20200715-bps2

Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 2,580 pada September 2019 menjadi 2,716 pada Maret 2020. Pada periode yang sama, Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,667 menjadi 0,708.

Meningkatnya nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan, sementara kondisi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga cenderung semakin besar.***

Komentar

Loading...