Penyidik Polda Aceh Hentikan Kasus Pengancaman Wartawan

Hidayat: Saya Hormati dan Hargai Putusan Ini

Hidayat: Saya Hormati dan Hargai Putusan Ini

Banda Aceh | Setelah berlangsung dua bulan lebih. Penyidik Dit.Reskrimum Polda Aceh, akhir menghentikan penyelidikan laporan dugaan pengancaman yang dilakukan Makmur Budiman terhadap Hidayat, wartawan Indojaya.news.com.

Keputusan itu sesuai surat Dit. Reskrimum Polda Aceh kepada Hidayat, Nomor: B/203/V/RES.1.24/2020/Subdit I-Resum, tanggal 20 Mei 2020.

“Berdasarkan hasil penyelidikan terhadap perkara yang saudara laporkan, tidak dapat ditingkatkan ke penyidikan, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilaksanakan tanggal 19 Mei 2020,” tulis surat tersebut.

Selain itu, surat yang ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Pol. Drs. H.  Agus Sarjito ini juga menyebut. “Dari keterangan para saksi dan ahli bahwa perkara yang saudara laporkan tidak memenuhi unsur pidana sehingga akan dihentikan penyelidikannya”.

Sebelumnya diwartakan, Hidayat (32) wartawan media online Indojayanews.com, Sabtu malam (21/3/2020) pukul 23.30 WIB, melaporkan H. Makmur Budiman ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh.

20200603-dayat3

Hidayat saat melapor Makmur Budiman ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Kepada polisi, wartawan tersebut mengaku merasa terancam setelah sebelumnya pengusaha itu menjumpainya di sebuah warkop dan mengatakan akan mengirimkan “paket” ke rumah sang jurnalis.

Kepada polisi Hidayat dirinya didesak bertemu dengan Makmur sejak pukul 11.30 WIB pada Sabtu siang. Dia dihubungi melalui aplikasi WA. Setelah bertemu dengan sang pengusaha, Hidayat mengaku mendapatkan ancaman.

Merasa tidak nyaman dan terancam, serta telah mendapatkan laporan bahwa seseorang telah datang ke kampung tempat dia tinggal dan menanyakan alamatnya, Hidayat merasa was-was.

Setelah membuat laporan, Hidayat kemudian memberikan keterangan pers kepada pekerja media lainnya, bahwa dia merasa aneh telah dipanggil untuk bertemu Makmur. Dia pun memberitahu rekan-rekannya. Pun demikian ia tetap bertemu dengan Makmur di sebuah warkop.

20200603-dayat2

Makmur Budiman saat memberi keterangan kepada penyidik Dt.Reskrimum Polda Aceh (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Pertemuan itu hanya sekitar satu menit. Makmur bertanya kepada Hidayat, siapa yang menyuruh dia menulis berita tentang dirinya.

“Pak Makmur tanya, siapa suruh tulis berita tentang beliau, kemudian saya jawab bahwa saya dapat informasi dari berbagai media yang beredar. Dan saya menulis berita itu hanya karena saya wartawan, bukan disuruh orang,” ungkap Hidayat.

Menurut pengakuan Hidayat, Makmur Budiman datang menggunakan mobil Alphard warna hitam dengan nomor polisi B 2845 SIW, bersama beberapa orang.

“Satu orang keluar dari mobil dan diminta Pak Makmur untuk mengambil foto kami berdua lagi duduk, sedangkan yang lainnya menunggu dalam mobil. Sebelum beranjak, Pak Makmur mengancam akan mengirim paket ke rumah saya malam ini,” katanya.

Hidayat menduga, ancaman yang disampaikan Makmur kepadanya ada kaitan dengan berita ledakan granat di rumah Kepala ULP Aceh, Sayid Azhary. Di IndojayaNews ia menulis judul berita; Rumah Kepala ULP Aceh Digranat OTK, Terkait Monopoli Tender Proyek?

Hidayat menjelaskan, dirinya membuat tanda tanya di judul berita dengan maksud menanyakan apakah ada kaitan dengan dugaan monopoli tender proyek yang terjadi di ULP Aceh.

Tak terima dengan perlakuan itu, Hidayat melaporkan ke Polda Aceh yang tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/92/III/YAN.2.5/2020/SPKT, tanggal 31 Maret 2020.

Bergerak cepat, Senin, 6 April 2020, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir.Reskrimum) Polda Aceh meminta keterangan dari H. Makmur Budiman, terkait laporan dugaan pengancaman yang dialami Hidayat, wartawan Indojayanews.com ke Polda Aceh beberapa pekan lalu di Banda Aceh.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya, 20 Mei 2020 dinyatakan dihentikan.

Sementara itu, kepada media ini Hidayat mengaku. Dirinya menghargai dan menghormati kerja keras dan putusan penyidik Polda Aceh tersebut.

Katanya, apa yang dilakukan sebelumnya, merupakan hak dirinya sebagai warga negara yang mendapat dugaan pengancaman dan mencari perlindungan hukum. “Jika kemudian penyidik memiliki kesimpulan lain, saya hormati dan hargai keputusan itu,” ucap Dayat, begitu dia akrab disapa.

Namun, dia menegaskan bahwa, hingga kasus ini dihentikan, dirinya belum berdamai dengan Makmur Budiman. “Apa yang saya alami jangan lagi terulang pada wartawan lain di Aceh. Dan ini menjadi preseden jelek bagi kebebasan dan kemerdekaan pers di Aceh,” kata Dayat.***

Komentar

Loading...