Breaking News

Jalani Pemeriksaan Delapan Jam

Herlin Kenza dan Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Diperiksa Penyidik Polres Lhokseumawe

Herlin Kenza dan Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Diperiksa Penyidik Polres Lhokseumawe
Selebgram Herlin Kenza usai menjalani pemeriksaan di Polres Lhokseumawe. (Foto: dok. MODUSACEH.CO)

Lhokseumawe | Terkait kasus kerumunan massa, Selebgram Herlin Kenza dan Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki, menjalani pemeriksaan.

Itu sebabnya, keduanya penuhi panggilan polisi dan jalani pemeriksaan di Polres Lhokseumawe. 

Kabag Humas Marzuki dan Herlin Kenza mendatangi Polres Lhokseumawe, Kamis, 22 Juli 2021, sekira pukul 11.30 WIB. Dia langsung menuju ruang Tripiter Polres Lhokseumawe untuk menjawab sejumlah pertanyaan penyidik terkait kasus menimbulkan kerumunan massa di Toko Wulan Kokula di Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti. 

Sejumlah wartawan yang mencoba merekam proses pemeriksaan tersebut, justru gagal karena dilarang dan tidak diperbolehkan memasuki ruangan pemeriksaan setempat.

Alasannya takut mengganggu proses pemeriksaan tersebut dan dilarang merekam suasana sesi tanya jawab. 

Sehingga para wartawan pun terpaksa menunggu Herlin Kenza sampai tuntas menjalani proses pemeriksaan yang berlangsung selama delapan jam.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto mengatakan sampai hari ini polisi telah memeriksa sebanyak sembilan orang yang terlibat dalam kasus yang menimbulkan kerumunan massa, Jumat (16/7) lalu di Toko Wulan Kokula.

Selain itu juga polisi memeriksa keterangan dari sejumlah saksi-saksi diantaranya tukang parkir, tetangga Toko Wulan Kokula dan lainnya yang mengetahui terjadinya kerumunan massal.

Sementara Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki diperiksa selaku Satgas Covid-19, untuk menggali informasi tentang koordinasi dan ijin menggelar acara endorse.

Khusus Herlin Kenza polisi mengajukankan 30 pertanyaan terkait kasus kerumunan masa. 

Kapolres menyebut, pihaknya tetap akan memproses kasus kerumunan massa dan menindak yang terlibat baik unsur sipil dan petugas.

Kasus ini akan diproses secara hukum dan petugas bekerja secara ekstra agar kasus ini cepat tuntas dan hukum tetap ditegakkan sesuai prosedur. 

“Insha Allah dalam waktu dekat ini akan segera ditetapkan tersangka. Saat ini kita sedang bekerja untuk menuntaskan kasus ini dengan cepat,” ujarnya. 

Kapolres berharap kasus ini cukup menjadi pelajaran bagi semua  pihak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dapat merugikan orang lain ditengah pandemi. 

Sedangkan untuk tempat usaha Toko Wulan Kokula juga akan mendapatkan sanksi tegas dan disegel baik sanksi  ditutup usahanya atau denda sesuai aturan yang berlaku. 

Namun hal itu akan ditentukan oleh Dinas Pelayanan Satu Atap Kota Lhokseumawe, terkait sanksi yang sesuai dan selayaknya atas pelanggaran tempat usaha tersebut. 

Sementara itu, Herlin Kenza akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan sekira pukul 18.15 WIB, dengan pakaian warna hitam, dan tetap dikawal oleh dua bodyguard. 

Herlin Kenza sempat menjawab pertanyaan dengan mengatakan dirinya baru saja selesai melalui proses pemeriksaan dengan lancar. 

“Pemeriksaannya berjalan lancar tanpa kendala. Saya hanya mohon doanya agar semua lancar dan tidak ada kendala apa pun,” tuturnya yang langsung menuju ke mobil Suzuki R3.***

Komentar

Loading...