Hendak Jual Siamang, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Hendak Jual Siamang, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Bireuen | Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Birereuen, menangkap empat pelaku penjual hewan atau satwa jenis Siamang Hitam (symphalangus syndactylus) yang dilindungi undang-undang.

Keempat pelaku berinisial MY (17), FM (19), RH (19) dan SI (16).  Mereka warga sawang, Kabupaten Aceh Utaara. Pelaku ditangkap di Desa Lhok Mambam, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, saat melintas dengan mobil pick up.

Penangkapan berawal saat tim Sat Reskrim dipimpin KBO Ipda Nasruddin, S.Sos sedang mengelar patroli di seputaran Gandapura, Jumat (19/6) sekitar jam 20.15 WIB.

Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat, S.H., S.I.K., M.Si, melalui Kasat Reskrim Iptu Dimmas Adhit Putranto S.I.K, Rabu 25 Juni 2020 mengatakan. Penangkapan pelaku saat tim berpapasan dengan mobil yang mengangkut jirigen minyak. Karena dicurigai mobil itu akhirnya diberhentikan.

"Saat diperiksa, terdapat sangkar dari rotan yang berisikan siamang hitam, salah satu satwa yang dilindungi" terang Iptu Dimmas.

Keempat pelaku beserta barang bukti dibawa Mapolres Bireuen guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari, hasil pemeriksaan terhadap pelaku, siamang hitam tersebut ditangkap di area kebun sawit, daerah Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Rencananya hewan tersebut akan di antar kepada seseorang di Desa Monklayu, Gandapura untuk dijual.

Dari penyelidikan lebih lanjut, empat pelaku ditetapkan sebagai tersangka yakni F dan MY, sedangkan FM dan RH ditetapkan sebagai saksi.

Sebut Iptu Dimmas, pelaku dijerat Pasal 40 ayat 2 UU nomor 05 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem(KSDAE) kurungan 5 tahun penjara.

Tindakan lebih lanjut, Kasat Reskrim akan berkoordinasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Aceh sebagai saksi ahli.***

Komentar

Loading...