Breaking News

Heboh Eks Wakil PM China Paksa Berhubungan Seks Petenis Top

Heboh Eks Wakil PM China Paksa Berhubungan Seks Petenis Top
Petenis China Peng Shuai (Foto: AP/Andy Brownbill)
Penulis
Rubrik
Sumber
cnbcindonesia.com

Jakarta | Skandal seks menggegerkan China. Ini bahkan menyeret nama petinggi partai yang berkuasa di negeri itu, yakni Partai Komunis.

Petenis top yang juga juara Wimbledon 2013 dan Prancis Terbuka 2014, Peng Shuai menyebut mantan Wakil perdana Menteri China Zhang Gaoli telah memaksanya berhubungan seks. Hal ini terungkap dari unggahan Weibo-nya, media sosial China mirip Twitter.

Mengutip CNN International, surat terbuka yang diberikan Peng Shuai kepada Zhang dalam unggahan itu. Ia mengatakan dipaksa berhubungan pertama kali 10 tahun yang lalu, ketika Zhang masih menjadi bos di Partai Komunis Tianjin, kota di tenggara Beijing.

Setelahnya kontak keduanya terputus. Namun tiga tahun lalu, Zhang kembali menghubunginya bersama sang istri. Kejadian yang sama terjadi saat ia ditekan untuk berhubungan seksual.

"Mengapa Anda ... membawa saya ke rumah Anda untuk memaksa saya berhubungan seks dengan Anda?" tulis akun yang contang biru itu, dikutip Jumat (5/11/2021).

Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli (Lintao Zhang/Pool Photo via AP)

"Ya, saya tidak punya bukti, dan tidak mungkin memiliki bukti ... (Tapi) Saya tidak bisa menggambarkan betapa jijiknya saya, dan berapa kali saya bertanya pada diri sendiri apakah saya masih manusia? Saya merasa seperti mayat berjalan. Setiap hari saya berakting, siapa saya yang sebenarnya?"

Ia kemudian mengatakan hidup menderita dengan hubungan tersebut. Menurutnya terlalu banyak ketidakadilan dan penginaan meski hubungan asmara memang akhirnya terjalin meski tanpa pernikahan.

Zhang sendiri merupakan Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China, badan kepemimpinan tertinggi di negara itu. Ia menjabat sebagai wakil PM di pemerintahan Xi Jinping 2012 hingga 2017 dan pensiun Maret 2018.

Meski demikian, unggahan itu diketahui kini sudah dihapus. Namun, unggahan itu sempat bertahan 30 menit di Weibo dan diyakini dibaca oleh pengikut Peng Shuai yang berjumlah 500 ribu.

Sementara itu sejumlah tokoh feminis China mengapresiasi tindakan Peng Shuai. Ia termasuk sedikit orang yang berani bicara.

"Kita harus menyadari betapa luar biasanya bagi Peng Shuai untuk memilih untuk berbicara. Hanya sedikit orang yang berani melakukan itu, karena itu bisa mengorbankan keselamatan diri sendiri dan keluarga Anda," kata seorang tokoh terkemuka feminis Cina sekarang berbasis di New York, Lv Pin.***

Komentar

Loading...