Hayatur Rahmi, Fashion dan Aplikasi Digital Untuk Hafiz Al-Qur'an

Hayatur Rahmi, Fashion dan Aplikasi Digital Untuk Hafiz Al-Qur'an
Hayatur Rahmi (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Rita Salfiana I Reporter MODUSACEH.CO

MODUSACEH.CO | Namanya Hayatur Rahmi atau akrab disapa Rahmi (Amy). Dia, praktisi bidang teknologi Pendidikan dan Bahasa Inggris.

Amy mahasiswi asal Aceh yang memperoleh gelar M.Sc. Learning, Technology and Society dari University of Bristol, Inggris 2018. Rahmi termasuk salah satu putri Aceh yang beruntung, dia meraih beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Jum'at, 3 Juli 2016, Amy dan yang lainnya mengikuti rangkaian seleksi beasiswa LPDP bagian dua, pukul 09.00 WIB sampai selesai.

"Saat-saat yang menegangkan, the last but not least (yang terakhir namun tidak kalah pentingnya), tes wawancara. Sebelum memasuki ruang interview (wawancara). Sangking groginya, saya bolak-balik ke toilet. Tetapi, sebelum masuk dan duduk di kursi wawancara, saya menelepon orangtua untuk meminta do’a dan motivasi. Tidak lupa, do’a kepada Sang Khalik, pemilik segalanya. Tanpa izin Allah SWT, tidak bisa saya berjalan sejauh ini," cerita Amy dalam blog pribadinya.

Amy pun memasuki ruang wawancara dengan raut wajah  tersenyum. Amy berusaha untuk rileks. "bersikap tenang adalah kunci agar kita tidak grogi," jelasnya.

Amy diminta untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris karena tujuannya adalah berkuliah di luar negeri.

Sekitar 20 menit lebih Amy duduk menunggu keputusan pewawancara dalam memutuskan ke negara mana dia harus kuliah, sambil sesekali menjawab pertanyaan yang diajukan pewawancara. Akhirnya Amy diberi kesempatan untuk melanjutkan kuliah di Universitas Bristol tahun 2017 lalu.

University of Bristol (UoB) terletak di Bristol Britania Raya, Inggris. Didirikan melalui Royal Charter tahun 1909.

Ada sejumlah jurusan unggulan di sana, seperti Computer Science (Imu Komputer), Electrical and Electronic Engineering (Teknik Listrik dan Elektronik), Civil Engineering (Teknik Sipil), Biological Science (Ilmu Biologi), Geography (Geografi), Music (Musik), Accounting (Akutansi) dan Finance (Keuangan).

Selain itu, menurut QS World University Rankings 2021, Universitas Bristol berada di peringkat ke-58 dunia dan kesembilan di Inggris. Universitas Bristol diakui secara internasional karena menyediakan pendidikan berkelas dunia.

Tahun 2019 lalu, Hayatur Rahmi menjadi salah satu mentor program Mentoring Diaspora Muda Aceh (DMA). Program ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan bagaimana caranya mengembangkan kemampuan setiap pemuda Aceh, meraih kesempatan berkuliah di luar negeri.

DMA merupakan jaringan para pemuda Aceh yang sedang menempuh studi di berbagai belahan dunia.

Amy berasal dari keluarga sederhana, di Gampong Pulo Lhok, Kecamatan Ulim, Kabuaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. 

Dia mampu memberikan kontribusi bagi beberapa anggota mentoring DMA. "Do the best, Let Allah do the rest (lakukanlah yang terbaik, sisanya biarkan Allah yang menentukan)," kata Amy kepada Rita Salfiana, Reporter MODUSACEH.CO Senin, 21 Juli 2020 melalui WhatsApp (WA).

Amy mulai melanjutkan kuliah S-2 di Inggris tahun 2017. Untuk menuju ke sana, tidak lah mudah. Berbagai rintangan dialami Amy.

Namun semua itu mampu ditebus Amy setelah dia diterima di Universitas Bristol, Inggris. Akhir tahun 2018 lalu, Amy dan teman-temannya pulang ke Indonesia.

Amy memiliki berbagai ilmu dalam bidang teknologi Pendidikan dan Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu dengan mengajar di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh dan juga di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Aceh.

Dia pernah melakukan penelitian berjudul "Digital Inequality: The Case of  Young and Middle Adult Teachers' Outcomes Towards Connected-Learning and Computer-Based Assessment" yang didanai University of Bristol untuk dipresentasikan pada "International Conference on ASEAN Studies (ICOAS)" di Madrid, Spanyol.

"Dalam mengikuti konferensi International yang diselenggarakan oleh Universidad Autónoma de Madrid untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bidang teknologi literasi. Konferensi tersebut lebih dikenal dengan ICOAS 2018 (International Conference on ASEAN Studies 2018) yang diikuti oleh peserta yang berasal dari 8 negara. Semua peserta mempresentasikan hasil penemuan mereka terkait dengan teknologi, politik, pendidikan, kebudayaan dan lain sebagainya yang terjadi di Indonesia," tulis Amy dalam blognya berjudul Melihat Jejak Islam di Spanyol.

Selain itu, Amy bekerjasama dengan orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang mode (fashion) Beecostume di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Beecostume bergerak dalam bidang fashion, Amy merekrut teman-temannya yang bisa menjahit untuk bekerjasama dalam hasil menjahit. Dan mempromosikan baju-baju hasil design Amy dan teman-temannya.

Dia pun membuat macrame (hiasan dinding), serta kerajinan tangan, menggunakan tali dengan simpul-simpul sehingga terbentuk motif-motif tertentu.

"Perempuan, milikilah keterampilan. Jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif. Kita tidak tahu peluang apa yang akan datang, ketika kita mencoba hal baru itu. Tuliskan mimpi-mimpimu di atas kertas, jadikan seperti bucket list (daftar keinginan) mimpi, kelak kamu akan melihat coretan-coretan pencapaian yang membuatmu tersenyum," kata Amy memberi motivasi.

Amy juga aktif dalam mengembangkan ide-ide kreatif dalam hal e-learning. Saat ini, Amy sedang mengerjakan projek aplikasi pembelajaran digital untuk mendukung para penghafal Al-Qur'an dalam memperkuat hafalannya.

Sekedar informasi, Universitas Bristol telah naik peringkat 15 dalam Times and Sunday Times Good University Guide 2020. Dalam Survei Mahasiswa Nasional 2019, mata kuliah di Universitas Bristol ditampilkan di kuartil teratas universitas pada setiap pertanyaan. Ada 90 persen mahasiswa menyatakan program mereka merangsang secara intelektual.

Universitas  Bristol, berada pada peringkat kelima dalam lembaga yang paling ditargetkan oleh perusahaan-perusahaan Inggris. Ini menurut Study Abroad dan Courses Indonesian.***

Komentar

Loading...