Breaking News

Ternyata Setelah Dilaporkan ke Kejari Aceh Barat

Hasil Tinjauan Pansus 10 DPRA, Jalan Meulaboh-Tutut Rp 5,5 Miliar Belum Juga Diaspal

Hasil Tinjauan Pansus 10 DPRA, Jalan Meulaboh-Tutut Rp 5,5 Miliar Belum Juga Diaspal
Tim Pansus 10 DPRA Tinjau Jalan Meulaboh-Tutut.

Meulaboh | Tim Panitia Khusus (Pansus 10), Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sejak, Senin (28/05/2018), telah melihat langsung sejumlah pekerjaan proyek tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2017. Termasuk, proyek yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

Seperti, pembangunan jalan Meulaboh-Tutut, di ruas jalan Provinsi, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Kaget, hasil turun lapangan Pansus 10 DPR Aceh, ternyata hingga akhir Mei 2018 ini, jalan tersebut belum diaspal.

Ketua Pansus 10 DPR Aceh Tgk. H. Abdullah Saleh, SH, Selasa (29/05/2018) mengatakan, jalan tersebut belum beraspal.

“Ternyata setelah kita tinjau di lapangan, paket ini, kondisi lapangan malah kondisi jalan seharusnya beraspal, malah tidak beraspal,” kata Tgk. H. Abdullah Saleh, SH pada media ini, Selasa (29/05).

Parahnya lagi jelas kader Partai Aceh itu, setelah Pansus 10 DPR Aceh minta penjelasan kepada pendamping dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh, jalan dimaksud sudah pernah diaspal pada 2017 lalu.

Selain itu, Abdullah Saleh juga mengatakan, berdasarkan penjelasan pendamping dari Dinas PUPR, pekerjaan jalan Meulaboh-Tutut yang bersumber dari dana Otsus, juga sudah ditarik 100 persen.

Maka, jika benar anggaran proyek yang sudah pernah dilaporkan oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, pada awal 2018 lalu kepada Kejaksaan Negeri Aceh Barat, jumlah anggarannya, senilai Rp 5,5 miliar lebih.

Berdasarkan data rekam jejak yang diperoleh media ini dari Pansus 10 DPR Aceh, pekerjaan jalan senilai Rp 5,5 miliar lebih, itu dikerjakan PT. Citra Karsa. Perkejaanya jalannya, Hotmix AC-BC sepanjang satu kilo delapan ratus meter lebih dan luas kali enam meter.

“Anggarannya sudah ditarik 100 persen,” sebut Abdullah Saleh.

Menurut Abdullah Saleh, pekerjaan jalan tersebut akan didalami kembali setelah tim Pansus 10 sampai di Banda Aceh.

“Sepulang dari Pansus akan minta penjelasan secara kongkrit, lebih lanjut dari Kepala Dinas PUPR juga dari rekanan,” ujar Abdullah Saleh.***

Komentar

Loading...