Operasi Yustisi di Cafe Kota Lhokseumawe

Hasil Rapid Tes Satu Pelayan Cafe Reaktif Covid

Hasil Rapid Tes Satu Pelayan Cafe Reaktif Covid
Tim Gabungan Kota Lhokseumawe, Senin (17/5), melakukan operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan dengan rapid test terhadap pelanggar dan membubarkan pengunjung di Cafe Station Jalan Merdeka Kecamatan Banda Sakti. (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Tim operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan, Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan melakukan rapid test antigen ditempat keramaian umum di kota itu.

Hasilnya ditemukan satu pelayan Cafe NA di Jalan Merdeka Kecamatan Banda Sakti, dinyatakan reaktif Covid-19.

Warga Kota Lhokseumawe sempat dihebohkan dengan temuan satu pelanggar prokes yang dirapid tes antigen di tempat dan telah dinyatakan positif ini. 

Rasa khawatir masyarakat muncul karena orang yang dinyatakan positif adalah seorang pelayan Cafe Station di Simpang Kutablang yang seharian berinteraksi dengan pengunjung. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasubag Humas Salman Alfarisi SH MM mengatakan, sebelumnya atau Senin (17/5) malam lalu, personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Sat Pol PP dan WH, RAPI serta petugas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, menggelar apel di pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah di Jalan Merdeka.

Lalu, tim gabungan bergerak melakukan Ops Yustisi dan himbauan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah hukum Polres Lhokseumawe seperti merazia Stasion Cofee Premium, Warkop Simpang Legos serta beberapa warkop lainnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan menemukan 11 orang pelanggar yaitu pengunjung termasuk karyawan kafe. Setelah dilakukan rapid test antigen ditempat, ternyata satu karyawan Station Cofee Premium bernisial Na dinyatakan reaktif. 

Selanjutnya, tim gabungan secara persuasif membubarkan kerumunan bagi yang tidak mengindahkan surat edaran (SE) terkait PPKM. Bahkan, petugas juga memberikan surat peringatan kepada pemilik kafe yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki membenarkan ditemukannya satu karyawan Cafe Station dinyatakan reaktif sesuai hasil rapid test antigen.  

Kini, karyawan tersebut digiring ke pos kesehatan Polres Lhokseumawe untuk penanganan lebih lanjut bersama delapan orang  lainnya yang kerap berinteraksi dengan yang bersangkutan. 

Marzuki menjelaskan situasi dan kondisi pandemik saat ini sedang mengkhawatirkan lantaran meningkatnya jumlah warga yang dinyatakan reaktif.  

Bahkan guna merespon keadaan tersebut Pemko Lhokseumawe melakukan rapat koordinasi dengan seluruh kepala rumah sakit umum dan swasta di lantai 3 Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (18/5). 

Dalam rapat itu, membahas tentang persiapan terhadap kemungkinan meningkatnya jumlah pasien yang reaktif dan harus dapat dipersiapkan segala sesuatu untuk penanganannya. 

“Kepada seluruh rumah sakit agar dapat menyediakan tempat khusus untuk penanganan isolasi pasien Covid-19. Karena ini untuk antisipasi bila pasien rujukan ke RS Cut Mutia membludak dan tidak memiliki daya tampung yang memadai,” tuturnya. 

Marzuki berharap selama pandemi belum berakhir, maka masyarakat diminta agar dapat mematuhi Protokol Kesehatan dan tim gabungan juga akan memperketat operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan.***

Komentar

Loading...