Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Melirik Seleksi Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

Hasil Belum Final, Sejumlah Nama Mulai Beredar

Hasil Belum Final, Sejumlah Nama Mulai Beredar
Ilustrasi (Foto: google)
Rubrik

Yang dekat mendapat, yang jauh terhempas diantara yang patut dan figur titipan

MODUSACEH.CO I Sebut saja namanya Fernando (samaran). Kamis pagi tadi, wajahnya tampak murung, saat menegak segelas kopi pahit di salah satu warung, sudut Kota Banda Aceh.

Terkesan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang mengikuti fit and propertest (seleksi) sebagai salah satu calon pejabat eselon II jajaran Pemerintah Aceh ini, ada beban yang dia pikul.

“Ah, tidak tahu lah Bang. Kalau lulus syukur, jika tidak pun sudah nasib. Saya jalani seperti air mengalir saja,” begitu kata Fernando, saat saya tanya mengenai kemungkinan hasil seleksi tadi.

Benarkah ada informasi bahwa calon yang lulus sudah ada di kantong pejabat daerah ini? Tanya saya memancing.

“Dari kabar yang beredar begitu Bang. Tapi saya tak putus asa. Ikhtiar wajib dan saya tetap berpegang pada kudrah dan iradah dari Allah SWT,” jawab anak muda lulusan strata dua (S2) ini.

Tak sampai 24 jam. Kamis (18/2/2021) petang tadi, saya pun bertemu dengan Selebor (samaran). Seperti Fernando, Selebor (alumi) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh ini justeru tampa sumingrah.

“Insya Allah, saya sudah dapat sinyal dari orang dekat Pak Gub dan Sekda Taqwallah. Mudah-mudahan berhasil adanya,” ujar Selebor, sambil menikmati kopi sangger panas di warung kopi kawasan Panggo, Banda Aceh.

Berbeda dengan Fernando, sebagai pejabat di jajaran Pemerintah Aceh, Selebor memang dikenal jago melobi dan licin. Itu dibuktikan, saban pergantian kepemimpinan Aceh (Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh). Dia selalu mendapat jabatan alias lolos dari “lubang jarum”.

Salah satu kiatnya adalah, dia begitu rutin dan tekun melayani berbagai keinginan serta perintah dari atasannya jika tak elok disebut; "penjilat".

“Hubungan dan komunikasi saya dengan Ibu Diah maupun Yuyun (istri kedua Gubernur Aceh Nova Iriansyah) juga baik Bang,” ucap dia yakin dan optimis kepada saya.

Nah, dari Selebor lah kemudian saya mendapatkan beberapa nama yang diduga akan terpilih sebagai pejabat eselon II di jajaran Pemerintah Aceh, walau hasil seleksi belum usai dan final. Siapa saja mereka? Sabar dulu!

Sebelumnya, Pemerintah Aceh memang ada membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh. Ini berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Nomor : Peng/Pansel/01/I/2021 yang dikeluarkan Kamis (28/1/2021).

Pengumuman seleksi ini ditandatangani Setda Aceh (Ketua Panitia Seleksi). Dalam surat pengumuman tersebut Taqwallah menjelaskan, terdapat 15 jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II yang lowong untuk diisi para PNS yang memenuhi syarat yaitu;

20210218-lelang-tiga

Ilustrasi (Foto: google)

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh; Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh; Kepala Dinas Pengairan Aceh; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh; Kepala Dinas Sosial Aceh; Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin; Kepala Badan Kepegawaian Aceh; Kepala Biro Administrasi Pembangunan Aceh; Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh; Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh dan Wakil Direktur Pengembangan SDM Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin.

Selain itu, Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin;15. Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUD dr. Zainoel Abidin. Untuk itu, setiap calon wajib mengikuti seleksi  dengan 16 persyaratan umum yang harus dilengkapi.

Lihat saja, mulai  dari setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; memahami status kekhususan dan keistimewaan Aceh berdasarkan peraturan perundang-undangan hingga memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV.

Kecuali itu, memiliki Pangkat/Golongan Ruang serendah-rendahnya Pembina, IV/a (untuk Eselon II.b) dan Pembina Tingkat I, IV/b (untuk Eselon II.a). Memiliki Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Sosio Kultural sesuai kompetensi jabatan yang dipilih.

Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan Jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang selama 5 (lima) tahun dan sedang atau pernah menduduki Jabatan Administrator (Jabatan Struktural Eselon III) atau Jabatan Fungsional Jenjang Ahli Madya paling singkat 2 (dua) Tahun atau belum 2 (dua) tahun akibat kebijakan pemerintah atas peralihan dari Jabatan Administrator ke Jabatan Fungsional.

Tak hanya itu, juga memiliki rekam jejak jabatan, integritas, dan moralitas yang baik.

Termasuk surat keterangan bebas narkoba yang dikeluarkan Rumah Sakit Pemerintah atau Badan Narkotika Nasional sejak tanggal pengumuman serta sejumlah ketentuan lainnya.

Sebatas ini, tentu tak ada yang perlu dipersoalkan. Sebab, semua aturan berlaku standar.

Pertanyaan kemudian, adakah jaminan bahwa kelulusan dari setiap calon berdasarkan kemampuan seperti yang disyaratkan? Atau seleksi ini hanya untuk memenuhi aturan saja sementara pejabat dimaksud memang sudah disiapkan?

Jika asumsi ini benar, maka tak salah bila pejabat yang dipersiapkan tadi benar-benar berkualitas dan memiliki kapasitas. Bukan sebaliknya, dia terpilih karena titipan kerabat dan sahabat dekat dari penguasa atau orang-orang di sekitarnya, seperti yang diucapan Selebor tadi.

Tapi, lepas dari semua itu, lantas siapa saja calon pejabat yang memang diduga telah disiapkan? Nah, informasi yang berhasil dihimpun media ini dari jajaran orang dekat Setda Aceh Taqwallah serta bocoran dari tuan Selebor menyebut.

Untuk posisi Kepala ULP misalnya, muncul nama Sayed Anwar Fuad. Kepala Biro Pembangunan, Teuku Robi. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Abadi (pejabat asal Bener Meriah).

Ada lagi, Kepala Dinas Perkim M. Adam (asal Pidie). Direktur RSUDZA Banda Aceh, dr. Isra. Kadis Pengairan Aceh Supriyatno. Kadis Kelautan dan Perikanan Edi Juanda, BKPM Martunis dan Kadis PUPR Aceh, Makmun MT.

Benarkah? Sekali lagi, ini baru asumsi dan kabar burung yang beredar. Untuk membuktikan kebenaran dan kesahihannya, maka kita tunggu saja hasil akhir dari proses seleksi ini.***

Komentar

Loading...