Hari Guru Nasional dan Nasib Guru Honorer Lhokseumawe

Hari Guru Nasional dan Nasib Guru Honorer Lhokseumawe
Ilustrasi Aksi Gur Honorer. Persoalan kesejahteraan kaum honorer masih terus terjadi dari periode ke periode pemerintahan. (dok JawaPos.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Taufiq Hidayatullah Reporter Lhokseumawe/Aceh Utara

Lhokseumawe | Setiap 25 November, seluruh sekolah di Indonesia menggelorakan semangat guru yang sesuai lagu hymne guru.

"Tuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa".

Terlihat berbeda dengan Upah minimum provinsi (UMP) Aceh dalam Surat Keputusan Nomor 500/1707/2021 itu ditetapkan yang akan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2022 bahwa besaran UMP Aceh adalah Rp 3.166.460. Namun hal tersebut tidak berefek pada tenaga honorer atau bahkan bagi guru honorer di Kota Lhokseumawe.

Manerda, Guru SD Negeri 4 Muara Dua yang terletak Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe yang sudah menggeluti profesi sebagai guru selama 14 tahun sejak 2007 yang mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ibu bagi 2 orang anaknya tersebut harus menerima gaji sevagai guru honorer yang hanya Rp 500.000 per bulan karena masih dalam golongan grade B. Ibu tersebut mengaku bahwa sudah mendapat gaji sekian sejak 2007.

Begitulah nasib Manerda, lulusan sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Malikussaleh yang sekarang Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. Ia sudah mengajar dari sebelum lulus kuliah.

"Setiap pagi, suami saya harus memberikan uang saku ke dua anak saya dan juga saya," katanya.

Manerda dan keluarganya dari awal menikah sampai sekarang harus tetap menumpang di rumah orang tuanya dikarenakan biaya ekonomi. 

"Kesejahteraan guru honorer bukan lagi isu baru. Saya masih mending karena dekat rumah, bahkan teman saya lebih jauh lagi rumahnya di daerah Buloh Blang Ara. Kami tetap mengajar karena kami memang menyukai profesi tersebut," katanya.

Terkait Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan juga CPNS, Manerda kepada Reporter MODUSACEH.CO mengaku sudah berulang kali mengikutinya. Namun rezeki tidak berpihak padanya.

"Harapan saya untuk tes P3K kedepannya, soalnya jangan memperibet kami," harapnya.***

Komentar

Loading...