Nelayan Lhokseumawe Mengeluh

Harga Ikan Segar Anjlok, Ikan Kering Melambung

Harga Ikan Segar Anjlok, Ikan Kering Melambung
Nelayan menjemur ikan asin di Desa Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe (Foto: Din Pasee)

Lhokseumawe | Sejak memasuki awal tahun 2020, nasib ekonomi para nelayan di Kota Lhokseumawe semakin terjepit. Mereka mengeluh, harga ikan segar anjlok alias turun drastis, sementara harga ikan kering justeru melambung tinggi di pasaran.

Untuk sementara, beberapa nelayan sepanjang Desa Ujung Blang, Hagu Barat Laut dan sekitarnya tampak tak melaut dan terpaksa menggantung jala dan jaring mereka.

Ini disebabnya, para nelayan di sana sedang dilanda rasa jenuh karena penghasilan tangkapan Ikan harian tak sebanding lagi dengan modal usaha yang dikeluarkan alias merugi atau bangkrut.

Ardiansyah (41), seorang nelayan Pukat Darat Gampong Hagu Barat Laut mengaku,  terhitung sejak awal tahun 2020, nasib dia dan sejumlah nelayan khususnya di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe semakin apes.

Terutama harga pasaran ikan segar yang ditampung toke bangku di Desa Pusong Baru menurun dengan sangat drastis.

Ardiansyah menyebutkan, sebelumnya atau tahun 2019, harga pasaran ikan masih stabil dan menguntungkan para nelayan. Karena, harga pasaran ikan segar tangkapan nelayan dapat ditampung toke bangku dengan harganya berkisar antara RP 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta untuk setiap satu kotak atau 200 kilogram ikan.

Begitu masuk awal tahun 2020, tiba-tiba saja harga tangkapan ikan segar menurun sangat drastis dari sebelumnya.  Karena setiap satu kotak (200 kilogram) ikan dibayar murah dalam jumlah bervariasi antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

Kondisi jatuhnya harga ikan segar otomatis membuat nelayan kecewa dan kehilangan semangat.  Maklum, hasil tangkapan ikan segar nyaris tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga nelayan yang semakin terjepit dengan kondisi miskin.

"Sejak awal tahun 2020 hingga sekarang harga ikan segar anjlok. Setelah seharian lelah berjuang di laut tapi hasil tangkapan ikan segar ditampung dengan harga yang sangat murah. Alasan para toke karena sedang banjir stok dan berlebihan di pasaran, " ujarnya.

Sementara pengusaha ikan kering asin, Desa Pusong Lama Muzakkir (50) mengatakan. Harga ikan kering paling murah berkisar Rp40 ribu hingga Rp100 ribu lebih per kilo. Ini sesuai jenis ikan.

Muzakkir menyebutkan, dirinya juga nelayan dan membuka usaha kerang asin, yang dia cari pada rawa-rawa dan sungai yang ada di pedalaman Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Muzakkir menjelaskan, kerang itu terlebih dahulu direbus dan diasinkan lalu dijemur hingga kering dengan marlin jamuran.  Hasilnya, harga kerang asin ditampung pedagang sekitar Rp20 ribu setiap kilogram dan dijual di pasaran sekira Rp50 ribu per kilo.

Selain itu, nelayan produksi ikan asin juga semakin bergairah lantaran melambungnya harga ikan kering dan banyak peminat.  "Harga ikan segar itu bisa meroket kalau stok persediaan ikan menipis dan langka. Tapi bisa anjlok kala stok ikan sudah berlebihan. Sedangkan ikan kering asin harganya tidak turun drastis. Malah semakin tinggi bila produksi ikan kering berkurang bisa dipasok dari luar daerah, " paparnya.***

Komentar

Loading...