Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Isu Miring Beasiswa Program Aspirasi DPRA Digoyang

Hak Interpelasi DPRA Terhadap Gubernur Aceh Tetap Lanjut

Hak Interpelasi DPRA Terhadap Gubernur Aceh Tetap Lanjut
Rapat Paripurna Istimewa DPRA/Foto Dok
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Meski isu miring bantuan beasiswa yang berasal dari program aspirasi beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tahun anggaran 2017, yang menerpa dan mengoyang wakil rakyat. Namun, sejumlah anggota  DPR Aceh mengaku tak surut untuk melanjutkan proses Hak Interpelasi terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Salah seorang inisiator Hak Interpelasi DPR Aceh Tgk. H. Abdullah Saleh, SH, melalui sambungan telpon, Jumat (22/06/2018) menegaskan. Hak Interpelasi DPRA yang sedang bergulir dan menunggu jawaban Gubernur Aceh tetap berlanjut. “Setahu saya terkait hak interpelasi tidak goyang,” ujar Ketua Badan Legislasi DPR Aceh itu.

Abdullah Saleh menduga, munculnya isu miring soal bantuan beasiswa dari program aspirasi DPRA, ada kaitannya dengan Hak Interpelasi DPRA. Bahkan menggeliatnya isu tersebut karena ekornya terpijak. Padahal, isu miring bantuan beasiswa tersebut belum jelas.

“Itu seperti menyerang DPRA, padahal prosesnya juga belum jelas. Apakah ada upaya semacam menggeliat karena ekornya terpijak sehingga menggeliat. Tetapi kayaknya tidak berpengaruh,” kata Abdullah Saleh.

Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky, melalui pesan WhatsApp, Kamis (21/06) juga mengatakan. Jika ada dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program beasiswa, biarlah diselediki pihak yang berwenang. “Bukan berspekulasi dan menduga-duga, apalagi menggiring opini yang sangat bermuatan politik,” ujar Iskandar Usman Al-Farlaky.

Pengakuan yang sama juga disampaikan anggota DPR Aceh Hj. Siti Nahziah. Melalui sambungan telpon, Kamis (21/06) mengaku, semua proses bantuan beasiswa tahun 2017,  baik seleksi administrasi hingga penyaluran bantuan, itu ada pada eksekutif.

Sementara itu, pantauan media ini di Bagian Persidangan Sekretariat DPR Aceh, sedang memproses persiapan surat undangan Sidang Paripurna DPRA. Pertama surat undangan paripurna istimewa mendengarkan jawaban Gubernur Aceh terhadap Hak Inteperlasi DPRA, yang dijadwalkan, pukul 09.00 WIB, Kamis pagi (28/06). Sedangkan surat lain, yaitu paripurna laporan Panitia Khusus (Pansus) DPRA. Selengkapnya baca edisi cetak, Senin (25/06/2018).***

Komentar

Loading...