Pembayaran TPG Masuk Tahap Baru

Guru di Bireuen tak Dapat TPG Dua Triwulan Tahun 2019

Guru di Bireuen tak Dapat TPG Dua Triwulan Tahun 2019
Ilustrasi

Banda Aceh | Enam guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bireuen tak dibayarkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2019. Itu sebabnya, mereka melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Namun hingga belum juga membuahkan hasil. Bahkan ada guru yang tidak valid datanya untuk diberikan penghasilan tambahan tersebut.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang guru dan dosen menegaskan, guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Di Pasal 14 ayat 1 poin a UU ini disebutkan, dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Lebih rinci lagi dijelaskan pada pasal selanjutnya UU Nomor 14 tahun 2005.

Setiap guru yang memiliki sertifikasi profesi memiliki kelebihan dalam penghasilan yang disebut Tunjangan Profesi Guru (TPG), pencairannya untuk tahun 2019 diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor, 48/PMK.07/tahun 2019. Bahkan sudah memasuki triwulan 1 2020 juga belum ada kepastian hingga kapan menanti?

Guru mata pelajaran Sosiologi, SMA N 1 Bireuen, Misnawati kepada media ini menjelaskan. TPG terhadap dirinya dan beberapa rekan seprofesi belum dibayarkan sejak triwulan 3 dan 4 tahun 2019. Mereka sudah mengajukan laporan kepada dinas terkait pada bulan Desember 2019 lalu untuk segera dicairkan.

“Tidak dibayarkan sejak Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember, 2019. Sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Aceh, responnya dia bilang karena terlambat valid, jadi semuanya sudah dipending,” kata Misnawati via telephone selular, Kamis (12/3/2020).

Ia mengungkapkan, selain dirinya yang belum mendapat bayaran TPG triwulan 3 dan 4 tahun 2019, ada juga Erinta, Guru Bahasa Inggris dan Rahmawati Jafar, Guru Fisika. Sementara tiga orang lainnya tidak diakui atau validitas datanya masih belum tercatat di Dinas Pendidikan Aceh.

Artinya, tiga orang guru lain tidak diakui jam mengajarnya oleh dinas terkait, Salwah Hanum, Guru Biologi, Hadjah Muliani, Guru Bahasa Inggris dan Nurlela Guru Ekonomi. Sementara laporan mengajar yang diajukan ke sudah lengkap dan sesuai.

“Yang belum ada valid tiga orang, valid yang dimaksudkan yaitu jam mengajarnya belum diakui, kalau dari laporan yang diajukan sudah pas, sudah dilaporkan juga ke dinas pendidikan dan belum ada tindak lanjut,” ungkap Misna.

Ada pula guru yang sebelumnya tidak cair TPG, kemudian mereka datang langsung menemui pihak terkait di Banda Aceh dan kini penghasilan tambahn itu sudah masuk ke rekening. Sementara 6 orang tersebut tidak datang seperti yang dilakukan guru lainnya.

“Tapi yang datang ke sana ngurus sudah keluar tunjangannya, sejauh ini belum ada respon, gaji setifikasi dibayarkan tiga bulan sekali, dua tahap tidak dibayar untuk tahun 2019 dan sudah masuk tahap ke 1 2020, biasanya pembayaran tahap ini pada bulan april,” jelas Misna.

Sejauh ini pihak MODUSACEH.CO belum memperoleh konfirmasi terkait terlambatnya pembayaran TPG guru SMA N 1 Bireuen itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmad Fitri saat dihubungi beralasan sedang ada agenda lain di Kantor Gubernur Aceh.***

Komentar

Loading...