Satu-Satunya di Indonesia

Gubernur Aceh Terbitkan Pergub 'Cuti Bersalin' Selama Enam Bulan

Gubernur Aceh Terbitkan Pergub 'Cuti Bersalin' Selama Enam Bulan
Banda Aceh | Gubernur Aceh Zaini Abdullah melakukan terobosan. Menjelang akhir masa jabatannya, dia menerbitkan regulasi di bidang kesehatan. Namanya Pergub Nomor 49 Tahun 2016 Tentang Pemberian Asi eksklusif. Meski begitu, regulasi ini lebih dipopulerkan dengan istilah “pergub cuti bersalin”. Mengapa? Karena peraturan ini memberikan PNS, Tenaga Honorer dan Kontrak Wanita cuti selama 20 hari sebelum dan enam bulan sesudah bersalinan. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 28 ayat 2 dan 3 Pergub tersebut.

Praktis, aturan baru ini mendapat apresiasi positif dari sejumlah kalangan, terutama kaum hawa lantaran dianggap sejalan dengan kebutuhan dan anjuran. Peraturan ini juga linier dengan semangat sejumlah regulasi di bidang kesehatan, khususnya tentang pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Namun ternyata, peraturan yang dikeluarkan tersebut berbenturan dengan Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 24 Tahun 1976 Tentang Cuti PNS. Dimana dalam PP ini, lamanya cuti bersalin adalah satu bulan sebelum dan dua bulan sesudah persalinan. 

Kepala Kantor BKN Regional VIII Makmur Ibrahim membenarkan jika pergub yang diterbitkan Gubernur Aceh Zaini Abdullah itu melebihi kewenangan yang diatur dalam PP 24 Tahun 1976. Makmur membenarkan jika pemerintah daerah sempat melibatkan BKN dalam proses penyusunan pergub tersebut. “Rapatnya pada 19 April 2016. Kita menyarankan agar ada pengkajian secara mendalam supaya tidak bertentangan dengan PP 24 1976,” kata Makmur, Selasa, (16/82016). Menurut Makmur, pemberian cuti bersalin yang diatur dalam PP tersebut sesungguhnya sudah lewat pengkajian mendalam, termasuk di dalamnya pendapat dari kalangan medis. “Karena itu kami akan melakukan telaah lagi soal pergub ini,” kata Makmur.***

Komentar

Loading...