Google Digugat Atas Pencemaran Nama Baik

Google Digugat Atas Pencemaran Nama Baik
ilustrasi
Penulis
Rubrik
Sumber
australiaplus.com

Melbourne | Apakah hasil dari pencarian Google akan mampu mencemarkan nama baik seseorang? Sebuah persidangan di Pengadilan Tinggi Australia pada Selasa (20/3) dapat menjelaskan pertanyaan abad ke-21 ini.

Kasus tersebut menyangkut Milorad Trkulja, yang ditembak di belakang sebuah restoran di Melbourne, Victoria pada tahun 2004 oleh seorang penyerang yang tidak dikenal. Insiden tersebut bertepatan dengan aktivitas geng di kota Melbourne, dan pencarian di Google secara salah mengkaitkan Milorad Trkulja dengan tokoh seperti bos kejahatan Tony Mokbel.

Milorad Trkulja menggugat Google karena pencemaran nama baik dan memenangkan kasus ini pada tahun 2012. Dia kemudian memulai proses lain, mengklaim bahwa ketika mencari ungkapan-ungkapan seperti "penjahat dunia bawah Melbourne", teks pencemaran nama baik, prediksi otomatis dan gambar-gambar yang ditampilkan memunculkan dirinya bersamaan dengan penjahat yang telah divonis.

Pada tahun 2017, Pengadilan Tinggi memberinya cuti khusus untuk mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Tinggi Victoria, yang memenangkan Google bahwa kasus tersebut tidak memiliki prospek yang nyata untuk berhasil membuktikan pencemaran nama baik.

Pakar hukum telah memperdebatkan apakah mesin pencari seperti Google dapat dianggap sebagai "penerbit" berdasarkan hukum penghinaan di Australia. Namun Profesor David Rolph, seorang spesialis hukum media di University of Sydney, mengatakan bahwa kasus tersebut mungkin terkait dengan masalah yang terpisah dan serupa.

Jika hasil pencarian mengungkapkan pencemarannama baik bagi perhatian pengguna internet, semestinya hasil tersebut dianggap mampu melakukan pencemaran nama baik?

Komentar

Loading...