Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Ketika Pelanggan Merasa Dirugikan PT. PLN (bagian satu)

Giliran Syahril Ramadhan “Menyenggat” PLN

Giliran Syahril Ramadhan “Menyenggat” PLN
T.Bahrul Haled dan Syahril (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Syahril Ramadhan (34) atau akrab disapa Ariel Peusangan menggugat PT. PLN ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh. Alasannya, Badan Usaha Milik Negera (BUMN) itu, telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadapnya diri sebagai pelanggan. Sementara itu, T. Bahrul Haled, Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Wilayah Aceh mengaku siap melayani gugat Ariel. Hanya saja, dia enggan merinci jawaban tadi, karena sedang dipersiapkan tim kuasa hukum yang akan menghadiri sidang, 16 Februari 2021 mendatang. Nah, seperti apa posisi kasus tersebut? Wartawan MODUSACEH.CO, Muhammad Saleh menulisnya untuk laporan Fokus.

MODUSACEH.CO I BILA arus listrik milik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyenggat warga atau pelanggan, mungkin itu biasa. Tapi, apa jadinya jika pelanggan justeru “menyenggat” perusahaan plat merah ini?

Nah, itulah yang dilakukan Syahril Ramadhan (34) atau akrab disapa Ariel Peusangan, seorang pengusaha di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Tapi jangan salah, Ariel tidak “menyenggat” PLN dengan arus listrik. Tapi, menggugat secara hukum.

Bayangkan, Ariel “menjerat” sebagai tergugat 1 (satu) PT. (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh  di Jl. Tgk. H. Daud Beureu’eh No. 172, Lampriet Banda Aceh, Beurawe Kuta Alam, Banda Aceh.

Tergugat II (dua), PT. (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banda Aceh, di Jl. Tentara Pelajar, Merduati, Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Tergugat III (tiga) PT. (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lambaro, di Jl. Siron, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Dan tergugat IV (empat) PT.PLN Pusat di Jl. Trunojaya Blok M-I No. 135 Kebayoran Baru, Jakarta.

“Sebagai pelanggan, saya telah dirugikan pihak PT. PLN (tergugat 1 hingga 4), yang bertindak sewenang-wenang. Karena itu, saya mengajukan gugatan ke pengadilan sesuai hak saya sebagai pelanggan dan warga negara Indonesia,” kata Ariel kepada media ini, Rabu kemarin di Banda Aceh.

Kedudukan dan Kepentingan Hukum Penggugat

Dijelaskan  Syahril Ramadhan atau akrab disapa Ariel Peusangan. Sebagai penggugat, dirinya tercatat dan terdaftar sebagai pelanggan PLN dengan ID Pelanggan: 32900066047, Bertegangan 3 Fasa dengan Daya 6600 VA.

Arus itu digunakan  untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian  dua unit tempat Unit Pembenihan Ikan (UPI/Hatchery) di Desa Durung, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang telah  terdaftar mulai tahun 2017 dan juga sebagai pemilik bangunan/persil tersebut.

Tanggal 4 Februari 2019, UPI/Hatchery miliknya mendapat Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh tim P2TL PLN ULP Lambaro. Caranya, petugas P2TL membuka Alat Pembatasan Pengukur (APP) untuk kepentingan pemeriksaan. Ironisnya sebut Ariel, pekerjaan dan keputusan itu, tanpa didampingi/disaksikan dirinya (penggugat) atau wakilnya.

“Tapi petugas langsung melakukan tindakan Pemutusan Sementara (PS) dengan klaim terjadi pelanggaran P2TL pada APP/kWh meter PENGGUGAT sehingga berujung kepada Pembongkaran Rampung (PR),” ungkap Ariel.

Itu sebabnya Ariel menilai, perbuatan melakukan Pemeriksaan dan Tindakan P2TL terhadap APP/kWh meter miliknya yang dilakukan petugas P2TL, telah terjadi Pelanggaran Administrasi (Cacat Formil) yaitu pada Pemberkasan Berita Acara Hasil Pemeriksaan P2TL, dengan menggunakan Berita Acara yang tidak sesuai dengan jenis ID Pelanggan dan APP/kWh meter terdaftar milik dia.

“Bahwa berdasarkan Peraturan Direksi PT. PLN No : 088-Z.P/DIR/2016, setiap proses pemeriksaan dan tindakan P2TL harus dilakukan proses penyelesaian sesuai mekanisme dan tahapan seperti tercantum dalam peraturan tersebut,” gugat Ariel.

Karena itulah, Ariel menempuh jalur hukum. “Bahwa berdasarkan hal di atas saya sebagai penggugat memiliki hak untuk mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum atas pelanggaran Standart Operating Procedure (SOP) Penertiban Pemakaian TenagaListrik (P2TL) sesuai Peraturan Direksi PT. PLN No: 088-Z.P/DIR/2016 yang dilakukan tim P2TL terhadap Bangunan/Persil saya, sehingga menyebabkan saya mengalami kerugian,” ulas Ariel.

Sementara itu, T. Bahrul Haled, Manager Komunikasi, didampinggi Mukhtar Juned, Asisten Manajer Manajemen Stakeholder, PT. PLN Unit Induk Wilayah Aceh mengaku siap melayani gugat Ariel. Hanya saja, T, Bahrul enggan merinci jawaban tadi, karena sedang dipersiapakan tim kuasa hukum yang akan menghadiri sidang, 16 Februari 2021 mendatang.

“Itu hak dia sebagai pelanggan dan warga negara. Kami siap melayaninya di pengadilan. Saat ini tim kuasa hukum kami sedang memperlajari materi gugatan untuk selanjutnya, menjawab semua gugatan dari penggugat,” jawab T. Bahrul.***

Komentar

Loading...