GeRAK dan YARA Minta Polda Ambil Alih Kasus RSUD Langsa

GeRAK dan YARA Minta Polda Ambil Alih Kasus RSUD Langsa
IST
Banda Aceh | Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, meminta Kepolisian Polisi Daerah (Polda) Aceh untuk mengambil alih penanganan kasus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, yang saat ini sedang di tangani penyidik dari Polres Langsa. Hal tersebut di sampaikan Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Askhalani, di Banda Aceh, Rabu (22/3/17).Menurut Askhalani, seharusnya Polres Langsa lebih mengutamakan proses hukum terhadap beberapa dugaan penyimpangan di RSUD langsa yang sedang di tangani penyidik. "Bukan memunculkan peroses hukum yang baru," jelas Askhalani.
 
Sekretaris Jendral (Sekjen) Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Fakhrurrazi menilai. Polres Langsa telah mengkebiri Undang-Undang Pokok Pers No 40 tahun 1999. Sebab tambah Fakhrurrazi, seharusnya Polres Langsa lebih memahami undang-undang tentang tugas-tugas wartawan, setiap ada delik pers terhadap tugas-tugas wartawan harus di selesaikan dengan UU No 40 tahun 1999 tentang pokok pers, tidak lansung harus di tangani dengan pasal pidana. "Polisi tidak boleh langsung melakukan proses hukum terhadap wartawan karena, tugasnya dilindungi UU, apa lagi laporan terhadap wartawan itu, ada kaitannya dengan kasus yang sedang di tangani penyidik Polres Langsa, terkait adanya dugaan pemotongan uang jasa medis (uang remonisasi), penjualan kertas bekas (rekam medis) dan kasus pengeluaran obat bekas tsunami di RSUD Langsa," jelas Fakhurrazi. Selanjutnya ia meminta Polres Langsa lebih fokus pada kasus-kasus yang sedang di tangani, bukan menjegal tugas-tugas wartawan yang telah membongkar dan memberitakan terkait dugaan penyimpangan yang terjadi di rumah sakit RSUD Langsa, ungkap Fakhrurrazi.***

Komentar

Loading...