Gempa Dahsyat Guncang Kota Alaska dan Ciptakan Tsunami Kecil

Gempa Dahsyat Guncang Kota Alaska dan Ciptakan Tsunami Kecil
Gempa bumi yang kuat mengguncang penduduk sepanjang pesisir di Pantai Selatan Alaska (Foto: apnews.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Rayhan Zaky | sumber apnews.com

Satu gempa dahsyat di Pantai Selatan Alaska menyentak dan memaksa penduduk pesisir untuk berlari ke dataran yang lebih tinggi karena kekhawatiran akan tsunami.

ANCHORAGE, Alaska | Gempa bumi yang kuat mengguncang penduduk sepanjang pesisir di Pantai Selatan Alaska, Selasa malam dan mendorong beberapa warga untuk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi karena ketakutan tsunami.

Tidak ada laporan kerusakan di semenanjung Alaska dan peringatan tsunami dibatalkan setelah gempa 7,8 skala Richter menciptakan gelombang kurang dari satu kaki di bibir pantai (30 sentimenter).

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat. Gempa terjadi, Selasa pukul 10.12 malam waktu setempat dan berpusat di perairan 65 mil (105 kilometer) tenggara dari pemukiman warga di Perryville dengan kedalaman 17 mil (28 km.)

Warga di beberapa kota kecil dalam jarak 100 mil (160 kilometer) dari gempa dilaporkan mengalami goncangan yang sangat kuat dan goncangan tetap terasa sampai lebih dari 500 mil (805 kilometer) jauhnya di area Anchorage, kata Michael barat, seismolog negara bagian Alaska.

Peringatan tsunami mendorong warga pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, dari data yang didapat di postingan media sosial menunjukkan bahwa warga melarikan diri seperti ke Kota Homer dan Kota Kodiak ketika sirene tsunami meraung.

Di pulau Kodiak, sekitar 200 mil (320 kilometer) timur laut dari gempa bumi berpusat, sekolah menengah setempat dan Gereja Katolik membuka pintu untuk para pengungsi, dan beberapa orang tinggal di mobil mereka dengan hewan peliharaan sampai aman untuk pulang.

"Tidak ada laporan kerusakan apapun," Kata Sersan Polisi Kota Kodiak, Mike Sorter. "Tidak ada cedera yang dilaporkan. Semuanya normal.”

Peringatan tsunami semacam ini sering dialami masyarakat di pesisir Alaska, mirip dengan peringatan tornado di tempat lain di Amerika Serikat (AS) yang mendorong warga untuk berlindung.

Pangkalan Penjaga Pantai AS di Kodiak dan para pejabat bergegas menerbangkan pesawat dan helikopter ke udara dengan cepat karena peringatan tsunami. Dan, Kepala Petugas Timothy Daugherty memastikan 18 perwira yang ia awasi baik-baik saja.

"Hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah berusaha membuat pesawat terbang di udara saat tsunami menerjang," katanya. "Ini adalah latihan yang hebat dan bagus untuk mempersiapkan diri kita ketika melakukan penyelamatan yang diakibatkan gempa bumi dan tsunami.”

Para pejabat di Pusat Peringatan Tsunami Nasional di Palmer, Alaska, mulai mematikan sirene peringatan tsunami setelah gelombang kurang dari 1 kaki (30 cm) tercatat di komunitas Sand Point.

"Saya mungkin mengharapkan sedikit lebih banyak air, tapi saya senang bahwa tidak ada air," kata David Hale, ilmuwan senior di pusat tsunami.

Lebih dari selusin gempa berkekuatan 4.0 atau lebih tinggi dilaporkan setelah gempa pertama terjadi. Katanya dari pusat Gempa Bumi Alaska di University of Alaska Fairbanks.

"Kami punya orang-orang di sini yang akan bekerja sepanjang Malam," Kata West. "Gempa susulan ini akan pergi dan pergi dan pergi dan pergi.”

Gempa bumi pernah terjadi di Palung Alaska-Aleutian dengan skala 9,2 Richter pada tahun 1964.

Itu merupakan gempa terkuat kedua yang pernah tercatat secara global. Gempa bumi dan tsunami yang terjadi kemudian menyebabkan kerusakan luas dan menewaskan 131 orang.

Alaska adalah negara bagian AS dengan seismik yang paling aktif. Hampir 25.000 gempa bumi telah tercatat di Alaska sejak 1 Januari, menurut Pusat.***

Komentar

Loading...