Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Gegara Dilaporkan Geusyik Lhok Puuk, Isma dan Bayinya Ikut Bermalam di Rutan Lhoksukon

Gegara Dilaporkan Geusyik Lhok Puuk, Isma dan Bayinya Ikut Bermalam di Rutan Lhoksukon
Foto ist.

Aceh Utara | Nasib malang menimpa Isma Khaira (33), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Bayangkan, dia bersama bayinya terpaksa menginap di Rumah Tahanan (Rutan) Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, kerana terjerat tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon,  isma Khaira dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana UU ITE dan majelis hakim menghukum terpidana tersebut dengan  hukuman tiga bulan penjara di potong masa tahanan.

Akibatnya mencuatnya kasus ini  di media sosial, melahirkan berbagai keprihatinan dari masyarakat, terutama soal anaknya yang masih berusia 6 bulan yang juga berada di dalam Lapas Kelas IIB Lhoksukon.

Kepala Rutan Kelas IIB Lhoksukon, Yusnaidi, menjelaskan, yang bersangkutan (Isma Khaira) sudah ada putusan Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, dan sebagai narapidana. Ini sesuai berkas bahwa Isma tertera sebagai tahanan kota selama 22 hari di luar (Lapas), dan sisanya harus menjalani masa pidana.

Berawal dari laporkan Geusyik Lho Puuk Bahtiar, karena Isma mengupload video berdurasi 35 menit tentang pertengkaran keluarganya dengan Geusyik Lhok Puuk Bahtiar di media sosial (facebook), 6 April 2020 hingga viral.

Merasa dirugikan nama baiknya, Geusyik Lhok Puuk Bahtiar melaporkan Isma ke polisi hingga dia bersama bayinya terpaksa menginap di "Hotel Prodep" tersebut.

Isma bercerita, semua bermula pada Maret 2020 lalu. Dia kecewa dengan keluarga terhadap Geusyik yang lepas tangan atau tak kunjung menyelesaikan kasus sengketa tanah yang berkepanjangan antara keluarganya dengan warga lainnya.

Namun, keluh kesah dan rasa kecewa itu justru ditanggapi sang geusyik dengan cara emosi. Spontan saja geusyik mendatangi kediaman keluarga Isma sambil mengeluarkan kata-kata tak pantas dan kotor hingga terjadilah pertengkaran dengan ayah Isma.

Lalu, ibu Isma mencoba meleraikan kegaduhan hingga tangannya mengenai bagian kepala sang geusyik.

Usai kejadian itu, geusyik membuat laporan ke Polsek Seunuddon, kalau dirinya menjadi korban pengeroyokan. Isma mengaku ternyata adiknya sempat merekam video saat terjadi pertengkaran tersebut.

Lalu Isma mengambil video itu dan unggah ke facebook dengan tujuan agar masyarakat menyaksikan kejadian yang sebenarnya alias tidak ada pengeroyokan.

Akhirnya kasus pengeroyokan tidak dapat dibuktikan secara hukum. Nah, karena tidak puas, geusyik memanfaatkan video viral itu sebagai bukti untuk melaporkan ibu Isma dengan sangkaan telah melakukan pemukulan di bagian kepala.

Sekaligus melaporkan Isma atas pencemaran nama baik karena mengunggah video pertengkaran itu.

“Ibu saya dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring) dan masalah ibu saya sudah selesai. Selanjutnya saya dijerat dengan UU-ITE karena telah mengupload video tersebut,” kata Isma Khaira saat dikonfirmasi di Rutan Kelas IIB Lhoksukon.

Isma menjelaskan, sebelum kasus ini diselesaikan di pengadilan, pernah diusahakan untuk diselesaikan secara damai.

Namun Bakhtiar meminta keluarganya memasang iklan permohonan maaf selama sebulan di media lokal. Kemudian mencetak lima spanduk permohonan maaf untuk dipasang di lima titik yang telah ditentukan termasuk di ibukota Kecamatan Lhoksukon.

Selain itu, melakukan ganti rugi Rp15 juta serta menyembelih seekor kambing serta melakukan peusijuk (tepung tawar) di meunasah.

“Kami tidak sanggup seperti yang diminta Geusyiek Bakhtiar, tetapi kami menawarkan kalau kami sanggup memasang iklan permohonan maaf di koran lokal tidak sebulan dan dalam ukuran kecil. Uang ganti rugi kami sanggupi Rp5 juta. Satu spanduk dan dipasang di meunasah (surau) dengan tepung tawar seadanya. Tapi tidak diterima hingga akhirnya saya divonis tiga bulan penjara. Karena anak saya baru berusia 6 bulan, maka dia juga ikut masuk penjara bersama saya,” tuturnya lirih.***

Komentar

Loading...