Gaji Belum Dibayar, Karyawan PDAM Ie Beusare Rata Kian Terpuruk

Gaji Belum Dibayar, Karyawan PDAM Ie Beusare Rata Kian Terpuruk
Karyawan PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe, menyegel kantor instalasi pengolahan air serta mematikan mesin suplai air PDAM Ie Beusaree Rata Lhokseumawe di Lhokseumawe, Rabu (3/3/2021). (Foto: aceh.tribunnews.com)

Lhokseumawe | Karena sama sekali belum menerima gaji bulanan selama tahun 2021, kini nasib ekonomi rumah tangga para karyawan PDAM Ie Beusare Rata Kota Lhokseumawe kian terpuruk hingga tak sanggup penuhi kebutuhan hidup keluarganya. 

Hal itu diungkapkan sejumlah karyawan PDAM Ie Beusare Rata, Senin (22/11/2021) yang tidak ingin namanya ditulis media, lantaran khawatir bila berkomentar kritis.

Kondisi krisis yang memprihatinkan itu bukanlah kasus pertama kali terjadi dalam internal PDAM Ie Beusare Rata Kota Lhokseumawe. 

Karena sebelumnya, gaji karyawan pernah belum dibayarkan selama 15 bulan dari tahun 2020 hingga awal tahun 2021.  

Namun kali ini gaji tahun 2021 juga belum dibayarkan Pemko Lhokseumawe hingga terpaksa bekerja tanpa menerima uang keringatnya. 

Jika sebelumnya, akibat tidak dibayar uang keringatnya, puluhan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ie Beusaree Rata, Kota Lhokseumawe, Aceh, sempat meluapkan rasa kecewanya dengan melakukan aksi mogok kerja dan memasang rantai besi dengan gembok menutup gerbang Kantor pada, Selasa (2/3) lalu.

Gembok yang dipasang di kantor yang berada di Jalan Rancong, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe itu sebagai bentuk protes, karena sudah 15 bulan gaji karyawan belum dibayar.

Mereka menggembok pintu pagar, memasang rantai besi dan menutup saluran air minum di Air Water Treament Plan (WTP).

Bahkan, konsumen sampai datang ke lokasi untuk menanyakan, mengapa tidak ada suplai air.

Saat konsumen datang mempertanyakan alasan tidak ada suplai air,  karyawan menjawab bahwa tidak ada pelayanan sampai gaji mereka dibayar oleh PDAM.

Namun  untuk kali ini, sebutnya,  karyawan justru tidak lagi melakukan aksi mogok, dan hanya bersikap pasrah saja menunggu hasil keputusan legislatif dan eksekutif.  

“Bayangkan saja kita setiap hari pergi kerja, tanpa pulang ke rumah tanpa membawa pulang gaji. Saya bersumpah, akibat gaji tak dibayar, menyebabkan rumah tangga saya berantakan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya sedih. 

Ironisnya,  Dirut. PDAM Ie Beusare Rata Syahrial gagal dikonfirmasi, karena tidak berada ditempat dan tidak nomor telepon selulernya tidak bisa dihubungi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan, Keuangan, Aset Daerah Kota Lhokseumawe Marwadi membenarkan gaji puluhan karyawan PDAM memang belum dibayarkan. 

Dijelaskannya, mengingat gaji yang tertunda sebelumnya telah dibayar pada awal tahun 2021, maka gaji mereka selanjutnya  akan menyusul dibayar dalam anggaran tahun 2022 mendatang, 

Hal ini terjadi lantaran keuangan daerah yang tidak normal mempersulit suntikan anggaran untuk PDAM Ie Beusare Rata. 

Apalagi, selama ini PDAM Ie Beusare Rata hanya memiliki pelanggan sekitar  1000 orang dan masih membeli air pasokan dari air bersih PAG.  Makanya usaha Suplai air bersih kepada pelanggan belum mampu menghasil keuntungan. 

Sehingga setiap tahunnya, Pemko Lhokseumawe terpaksa menyuntik dana segar untuk gaji dan operasional PDAM Ie Beusare Rata. 

“Sampai sekarang PDAM belum mampu menghasilkan keuntungan dan hanya hidup bergantung dari suntikan anggaran pemerintah. Pelanggan seribu orang, dan pasokan airnya dibeli dari PT. Arun, makanya penghasilan mereka minim,” tegasnya.***

Komentar

Loading...