Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Fraksi Gerindra DPRA Pertanyakan Kasus Pengranatan Rumah Anggota DPRK Aceh Barat

Fraksi Gerindra DPRA Pertanyakan Kasus Pengranatan Rumah Anggota DPRK Aceh Barat
Pertemuan Fraksi DPRA dari Partai Gerindra bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada. (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Fraksi Partai Gerindra, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu pagi (31/3/2021) beraudiensi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada. 

Saat silaturahmi tersebut, politisi Gerindra di DPRA ini mempertanyakan perkembangan kasus pengranatan rumah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dari Fraksi Gerindra, Ahmad Yani yang tinggal di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat. 

Audiensi Fraksi Gerindra dipimpin Wakil Ketua DPRA, Safaruddin, dihadiri Ketua Fraksi Abdurahman Ahmad dan anggota fraksi, Khairil Syahrial, Kartini Ibrahim, Ridwan Yunus, dan Taufik.

"Benar, dalam pertemuan hari ini kita dari Fraksi Gerindra mempertanyakan kejelasan kasus granat di Aceh Barat. Karena sudah terlalu lama sehingga kita meminta kejelasan," kata Safaruddin melalui sambungan telepon, Rabu (31/3). 

Safaruddin menyebutkan, Fraksi Gerindra  mau tahu bagaimana proses hukum terhadap kasus dugaan granat rumah kader Partai Gerindra. 

"Jangan sempat terjadi preseden buruk bagi demokrasi, apalagi ini menyangkut hak seorang anggota DPR terhadap aspirasi yang mau diperjuangkan," ujar Safar. 

Lanjut Safar, hari ini dari Gerindra mungkin ke depan fraksi partai lain. 

Pertemuan Fraksi DPRA dari Partai Gerindra bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada. (Foto: Ist)

Terkait kasus tersebut, Safaruddin mengungkapkan Polda Aceh hingga saat ini masih menangani perkara itu. 

"Kapolda memberikan jawaban itu masih dalam atensi dan tidak bisa menetapkan tersangka secara sembarangan," ujarnya. 

Kepada Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, lanjut Safaruddin, Fraksi Gerindra DPRA menyampaikan terima kasih atas sambutan dan atensi yang diberikan.

"Mudah-mudahan perihal kasus ini cepat terungkap motifnya sehingga menjadi kabar baik bagi seluruh kader Gerindra dan partai politik manapun," tambah Wakil Ketua DPRA ini.

Selain itu, Wakil Ketua DPRA ini juga meminta sinergisitas Polda Aceh  dan penegak hukum lainnya untuk mengawal kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021 yang telah disahkan DPRA. 

Safaruddin juga memberi apresiasi terhadap Kepolisian di Aceh dalam menangani kasus narkoba. Namun politisi Gerindra itu berharap tidak dituntaskan persoalan hilir saja, sebaliknya persoalan hulu juga harus mampu diselesaikan. 

Sebelumnya, rumah anggota DPRK Aceh Barat dari Gerindra, Ahmad Yani  di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, diduga dilempari granat oleh orang tak dikenal. Kasus itu terjadi pada Senin 8 Juni 2020 lalu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Barat dari Gerindra Ahmad Yani mengaku terharu. Ia mengucapkan  terima kasih kepada Fraksi Gerindra DPR Aceh yang peduli dan mengadvokasi kader Gerindra di level bawah seperti ini.

"Dan tambah semangat serta bersyukur saya sebagai kader Gerindra sekaligus anggota dewan saat ini," sebut Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat ini, Rabu.***

Komentar

Loading...