Dibalik Disharmonis Waled Husaini versus Bupati Mawardi Ali

FKSP Aceh Besar Gelar Kajian dan Diskusi

FKSP Aceh Besar Gelar Kajian dan Diskusi
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Prihatin dengan kondisi politik di Kabupaten Aceh Besar saat ini. Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Forum Kajian Strategis Pemuda (FKSP) Aceh Besar, melakukan kajian dan diskusi, Kamis kemarin di salah satu warung kopi, kawasan Batoh, Kota Banda Aceh.

Presidium FKSP Aceh Besar M. Nur Abdullah atau yang lebih akrab disapa Marco menyampaikan. Diskusi kepemudaan ini dilakukan, sebagai wujud partisipasi aktif pemuda Aceh Besar dalam mensikapi disharmonis antara Bupati Ir. H. Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk. H. Husaini A. Wahab atau yang lebih akrab disapa Waled Husaini.

“Setelah berlarut-larut, kami tergerak dan tidak diam diri untuk terus mencari solusi terbaik terhadap berbagai masalah yang terjadi di Aceh Besar,” ungkap Marco. FKSP merupakan satu kumpulan baru, yang dibentuk sejumlah pemuda dan mahasiswa Aceh Besar, untuk mengkritisi, mengkaji serta mencari solusi untuk pembangunan Aceh Besar.

“Harusnya, dengan adanya sejumlah OKP dan paguyuban mahasiswa serta pemuda kecamatan di Aceh Besar, dapat memberikan pandangan-pandangan positif, konstruktif serta  solutif terhadap kondisi yang ada. Faktanya, sebagian besar diam dengan berbagai konflik yang ada. Termasuk nasib rakyat Aceh Besar. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Marco.

"Sangat banyak problem di Aceh Besar yang semestinya pemuda bisa mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan. Tapi, kenapa masih berdiam diri saja dan seakan-akan di Aceh Besar tidak terjadi apa-apa, kebebasan menyatakan pendapat bukanlah radikal," katanya, Jumat (8/11/2019) sore.

Masih lanjut Marco. "Kalau rakyat bising karena kita setuju berdemokrasi. Demokrasi itu bising dan otokrasi itu sepi," lanjutnya.

20191108-aceh-besar2

Itu sebabnya, FKSP Aceh Besar juga menghimbau agar pemuda berani dalam memberi  masukan-masukan dan kritikan yang konstruktif. "Jangan dilihat dengan diamnya pemuda, Aceh Besar sedang baik-baik saja, justru dengan diamnya pemuda, Aceh Besar sedang ada apa-apanya," ujarnya.

Marco menyampaikan, FKSP Aceh Besar dibentuk untuk membahas isu-isu strategis mengenai Aceh Besar, dan juga akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi.

Dan, dari persoalan 'mati surinya' organisasi kepemudaan di Aceh Besar, maka FKSP Aceh Besar hadir untuk memberikan warna dan menghidupkan nuansa kepemudaan yang mempunyai semangat dalam memandang setiap persoalan di Aceh Besar.

"FKSP Aceh Besar bukanlah sebuah wadah yang tunduk dan berafiliasi dengan partai politik manapun," tegas Marco diakhir penjelasannya.

Pertemuan awal ini dihadiri Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO, tokoh masyarakat Aceh Besar, Faisal Oesman. Dijadwalkan, pertemuan serupa akan dilakukan setiap satu bulan sekali dengan tema atau pokok bahasan yang berbeda.***

Komentar

Loading...