Festival Ramadhan 2021, Kadisbudpar Aceh: Kami Tidak Menentang Intruksi Gubernur

Festival Ramadhan 2021, Kadisbudpar Aceh: Kami Tidak Menentang Intruksi Gubernur
Foto: Firdaus Hasan
Rubrik

Banda Aceh | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar festival ramadan yang dipusatkan di Taman Budaya Aceh di Banda Aceh selama sepekan ke depan 26 April–2 Mei 2021.

Kegiatan ini digelar saat kasus Covid-19 di tanah Serambi Mekah sedang meningkat dan diikuti dengan intruksi Gubernur Aceh tentang larangan berkerumun.

Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh sejak 10-26 April 2021, 14 hari Ramadhan 1442 terhitung sudah 669 orang yang positif, melonjak drastis dari kasus harian sebelum memasuki bulan ramadan.

Itu sebabnya Pemerintah Aceh melarangan menghadiri halal bi halal  dan buka puasa bersama yang tertuang dalam Instruksi Gubernur No. 05/INSTR/2021.

Instruksi itu dikeluarkan atas dasar Instruksi Mendagri No. 7/2021, tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Taushiyah Majelis Pemusyawaratan Ulama Aceh Nomor 2 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan lainnya di Tahun 1442 Hijriah.

Selain itu untuk mencegah penularan Covid-19, Pemerintah Aceh juga melarang cuti dan melaksanakan mudik. Ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur No. 061.2/7309 tanggal 12 April 2021.

Edaran itu diterbitkan atas dasar Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 08 Tahun 2021 tanggal 7 April 2021.

Selain itu menindaklanjuti surat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor S-21/MENKO/PMK/III/2021, tanggal 31 Maret 2021 perihal Tindak Lanjut Hasil Rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional serta Rakor Tingkat Menteri tentang persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, sehingga perlu dilakukan pembatasan kegiatan berpergian ke luar daerah dan/atau mudik dan/atau cuti bagi Aparatur Sipil Negara dalam masa Pandemi Covid-19.

Dari amatan MODUSACEH.CO Selasa (27/4/2021) memang pada acara Festival Ramadhan 2021, panitia menyediakan protokol kesehatan (prokes) di pintu masuk kegiatan. Misal, menyediakan portable tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh, setiap meja pengunjung juga diberi handsanitizer.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak mengatakan. "Kami tidak menantang instruksi gubernur, event acara yang kita lakukan ini menjadi role model untuk pelaksanaan kegiatan di saat masa pandemi Covid-19. Tentunya kita harus melaksanakan protokol kesehatan dengan menyedian kan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, handsanitizer dan menjaga jarak," jelas Jamaluddin.

Pihaknya juga telah melakukan pemaksimalan sterillisasi tempat acara sebelum dimulai dan sudah disemprot terlebih dahulu.

Selain itu pihaknya juga bekerjasama dengan tim Gugus Tugas  Covid-19 Kota Banda Aceh. Termasuk melibatkan jajaran kepolisian dan TNI. Ini dimaksudkan, kalau terjadi kerumunan di lokasi langsung dihalau dan mereka mengatur jarak diantara pengunjung.

"Meja -meja yang kami siapkan sudah memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19," sebutnya.

Selain itu pengunjung dibatasi hanya  250 orang yang diizinkan masuk dan setiap pengunjung diberikan bed (tanda masuk) dan bisa masuk secara bergantian.

Lebih lanjut menurut Jamaluddin acara yang bertemakan wonderful ramadhan ini, selain menyajikan kuliner, juga mengadakan tadarus Alquran, lomba dai cilik, hafiz cilik, dakwah Islamiah dan dalail khairat. "Dengan kegiatan ini kita dapat mensyiarkan ramadhan di Aceh".

Ia berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali gairah perekonomian yang lesu di tengah masa Covid-19.

"Semoga ini jadi model kedepan bahwa Aceh akan bangkit kembali di sektor pariwisata," tutup Jamaluddin.

Nah, akankah harapan Jamaluddin menjadi kenyataan untuk satu pekan mendatang? Biar waktu menjawabnya.***

Komentar

Loading...