Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Terkait Surat SP1 Irwandi Yusuf-Miswar Fuadi

Fahlevi: Miswar Jangan Pura-pura Bodoh, Sampaikan Saja Bila Ingin PAW Safrijal

Fahlevi: Miswar Jangan Pura-pura Bodoh, Sampaikan Saja Bila Ingin PAW Safrijal
Fahlevi dan Miswar (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)
Rubrik

Banda Aceh I Wakil Ketua DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) M. Reza Fahlevi Kirani meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai lokal itu, untuk tidak bersikap pura-pura bodoh, terkait persoalan internal yang kini melanda partai tersebut.

Sebaliknya, tampil sebagai kesatria di mata rakyat Aceh, kader serta simpatisan PNA. “Kalau mau jujur, Miswar lah yang mengusulkan Kongres Luar Biasa (KLB) setelah Irwandi Yusuf ditangkap KPK. Hari ini, dia bersikap dan berkomentar, seolah-olah bersih dan tidak terkait apa pun dengan kepemimpinan partai dibawah kepemimpinan Ketum Samsul Bahri (Tiyong),” ungkap anggota DPR Aceh Fraksi PNA ini.

Penegasan ini disampai Fahlevi begitu dia akrab disapa, mensikapi dinamika yang terus meruncing pada parlok tersebut. “Sikap dan cara Miswar terlalu kasar. Harusnya dia sadar dengan apa yang telah dia lakukan sebelumnya. Jangan seolah-olah terlalu bersih,” kritik Fahlevi.

Nah, atas dasar pertimbangan serta masukan kader maupun berbagai pihak itulah, Ketum PNA hasil KLB Samsul Bahri menempatkan kembali Miswar sebagai Sekjen. “Saat itu Bang Tiyong berpikir, Miswar bisa menjadi penyeimbang terhadap kondisi yang ada. Faktanya justeru semakin memperkeruh suasana,” ujar Fahlevi.

Begitupun, Fahlevi bisa memahami sikap “mendua” Miswar terutama untuk menyelamatkan diri dari konflik internal yang terjadi. Namun, menjadi tak elok dan etis sebut Fahlevi, posisi serta peran Miswar justeru semakin membuat kondisi tercabik-cabik.

“Miswar adalah salah satu pendiri partai sejak awal. Jadi,dia tahu dan paham apa yang terjadi. Termasuk pengunaan sejumlah dana partai. Karena itu, dia tak bisa “lari” begitu saja dari persoalan yang muncul,” papar Fahlevi.

Itu sebabnya, Fahlevi menduga, kondisi ini sengaja dimanfaatkan Miswar dengan maksud tertentu. Misal, dia ingin menjadi penganti antar waktu (PAW) Safrijal (Gam-Gam) yang satu daerah pemilihan (dapil).

“Jujur sajalah, jangan terlalu besar bermain api, nanti terbakar sendiri. Lagi pula, perolehan suara Miswar jauh tertinggal dari Gam-Gam pada Pileg 2019 lalu,” ungkap Fahlevi.

Diakui Fahlevi, awalnya dia dan seluruh kader PNA se-Aceh jika Miswar bersikap plin plang begitu. Sebab, dalam berbagai rapat harian partai, Miswar pula yang mengusulkan berbagai kebijakan. Akibatanya, dia juga dipecat oleh Irwandi Yusuf.

“Tapi akhirnya, Miswar menelan ludahnya sendiri. Ini tidak baik bagi seorang Miswar dan sangat riskan bagi kader PNA di akar rumput,” kata Fahlevi memberi sinyal.

Akui KLB Sah

Seperti diwartakan Harian Serambi Indonesia (aceh.tribunnews.com), Rabu, 15 Juli 2020. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PNA hasil KLB, Miswar Fuady justru menilai bahwa kisruh atau sengketa yang terjadi di tubuh partainya sudah berakhir atau selesai, setelah keluar putusan kasasi dari Mahkamah Agung atas gugatan Irwandi Yusuf.

Pendapat Miswar tentu saja berbeda dengan pendapat Irwandi Yusuf, yang menilai bahwa pasca penolakan gugatan oleh MA, dirinya masih sebagai Ketua PNA yang sah, dan kepengurusan KLB tetap tidak sah.

"Biasanya jika gugatan ditolak artinya putusan itu dikembalikan kepada putusan Pengadilan Negeri dimana putusan tersebut memutuskan NO (gugatan tidak dapat diterima). Sehingga seluruh proses internal dikembalikan kepada PNA," kata Miswar.

Menurut AD/ART, lanjutnya, KLB PNA sudah memenuhi persyaratan sehingga kepengurusan hasil KLB dianggap sah. "Secara kedudukan hukum, dengan ditolaknya gugatan Irwandi maka proses dan tahapan mekanisme KLB sah dan tinggal pengesahan Kemenkumham," ujarnya.

20210315-klb-pna

Kongres Luar Biasa PNA di Bireuen (Foto: Serambinews.com)  

Miswar mengatakan, secara kedudukan materil hukum Mahkamah Partai tidak dapat membatalkan hasil KLB, karena Kongres atau KLB adalah forum tertinggi pengambilan keputusan PNA.

"Secara kedudukan hukum yang sah adalah PNA versi Tiyong karena sudah melakukan KLB yang sesuai dengan AD/ART partai. KLB itu diperintahkan Majelis Tinggi Partai dan diikuti lebih dari 2/3 kepengurusan sah PNA, baik Badan Tertinggi dan Tinggi Partai, DPP, DPW maupun DPK,” tegas Miswar ketika itu.

Lantas, apa kata Miswar Fuady terkait pernyataan Fahlevi? Hingga berita diunggah, dia tak memberi respon terhadap konfirmasi media ini. Termasuk beberapa pemberitaan sebelumnya. Ada apa?***

Komentar

Loading...