Terkait Melaporkan Mohd Din Ke Polresta Banda Aceh

Erlizar Rusli: Tidak Ada Damai, Biarkan Proses Hukum Berjalan

Erlizar Rusli: Tidak Ada Damai, Biarkan Proses Hukum Berjalan
Erlizar Rusli (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Banda Aceh | Erlizar Rusli, Manajer Umum PSDM Harian Serambi Indonesia yang juga berprofesi sebagai advokat mengaku. Tidak akan berdamai dengan Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia. “Tidak ada damai, biarkan proses hukum berjalan,” tegas dia, 28 September 2020 di Banda Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Erlizar Rusli melaporkan Mohd Din ke Polresta Banda Aceh dengan dugaan tindak pidana penghinaan. “Saya belum punya niat untuk damai. Saya akan membawa proses ini sesuai hukum yang berlaku saja,” kata Erlizar berulang-ulang.

Dia mengaku, terlapor (Mohd Din) sudah lama dia menyerang pribadi dirinya. Bahkan, pada beberapa kesempatan, Mohd Din selalu meminta Erlizar untuk mengundurkan diri dari karyawan Serambi Indonesia.

“Dia selalu mengatakan, mundur saja kalau tidak mampu bekerja lagi. Kalau saya jadi kamu dan gentelmen, saya akan mengundurkan diri, begitu kata Mohd Din,” jelas Erlizar. Tapi dia tak mau mundur. “Mana mau saya mundur Bang,” ungkap Erlizar.

Seperti diwartawkan media ini, Minggu, 27 September 2020. Erlizar Rusli, Manajer Umum PSDM Harian Serambi Indonesia yang juga berprofesi sebagai Advokat, melaporkan Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia yang juga atasannya ke Polresta Banda Aceh.

Diduga, Mohd Din telah melakukan satu perbuatan tindak pidana penghinaan terhadap Erlizar.

“Erlizar Rusli hadir pukul 09.00 WIB di wilayah Kantor Polresta Banda Aceh, didampingi empat kuasa hukumnya. Namun berdasarkan Surat Kuasa Erlizar Rusli didampingi  delapan orang kuasa hukum,”  kata M. Arief Hamdani, SH, C.L.A, salah satu kuasa hukum Erlizar, Minggu kemarin.

Sebelumnya, dalam konfrensi perss Erlizar Rusli mengaku. Laporan ini murni tindak pidana masalah pribadi antara dirinya dengan Mohd Din, meski  lokasi kejadian tindak pidananya berada di Hantor Harian Serambi Indonesia, Aceh Besar.

Dia menceritakan,  bermula dari hubungan antara atasan dan bawahan. Namun secara tegas Erlizar mengatakan tindak pidana ini karena adanya ucapan Mohd Din yang menyerang kehormatan pribadi dan harga dirinya.

“Dia mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada saya. Perumpaannya adalah, hewan berkaki empat dan  haram lagi dalam Islam. Semestinya seorang pimpinan dan sudah harus menjadi contoh teladan bagi karyawannya,” ujar Erlizar.

Sumber media ini di jajaran redaksi Serambi Indonesia mengungkapkan. Mohd. Din menyebut Erlizar dengan kata-kata” Babi Kau!

Secara terpisah kuasa hukum Erlizar Rusli  M. Arief Hamdani, SH, C.L.A, Rahmad Hidayat, SH,.MH, Muhammad Arnif, SH dan Irvan Asmadi, SH mengatakan. “Klien kami hari ini hanya bermaksud melaporkan Saudara Mohd Din ke Polresta Banda Aceh karena pantas diduga telah melakukan tindak pidana kepada klien kami,” tulis M. Arief Hamdani.

Kata dia. “Tentu dengan alat bukti yang cukup dan kami anggap memenuhi unsur-unsur tindak pidananya. Namun untuk tahap selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisan wliayah Resor Banda Aceh dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus yang kami laporkan,” tambah Arief.

Mereka percaya kepolisian akan bekerja profesional. “Kami percaya pihak kepolisian Resort Banda Aceh  akan bersikap prefesional dalam menangani kasus ini  sehingga hukum dapat ditegakkan bagi semua orang, apalagi menurut cerita klien kami, urusan antara atasan dan bawahan”.

Begitupun Arief menegaskan. “Di mata hukum tidak ada bawahan dan atasan, tapi siapa yang salah dan tidak salah sehingga yang salah maka harus diganjar dengan hukuman atas kesalahannya. Intinya keadilan,”  ucap M. Arief Hamdani, SH, C.LA.

Kena Batunya

Sementara itu, sejumlah sumber media ini di Harian Serambi Indonesia mengungkap. Laporan Erlizar terhadap Mohd Din, merupakan anti klimaks dari berbagai persoalan yang terjadi selama ini.

Sebelumnya, Mohd Din juga kerap bersitegang dengan beberapa karyawan. Mulai dari level terendah seperti cleaning service hingga setingkat redaktur pelaksana. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat dikejar dengan parang.

“Nah, dengan Erlizar kali ini dia kena batunya,” ucap satu sumber di sana.

Lantas, apa kata Mohd Din? Hingga saat ini belum menjawab  konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp (WA).***

Komentar

Loading...