Diduga Menghina Pribadi

Erlizar Rusli Laporkan Mohd Din Ke Polisi

Erlizar Rusli Laporkan Mohd Din Ke Polisi
Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din

Banda Aceh | Untuk beberapa pekan mendatang, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din sepertinya harus wara-wiri ke Polresta Banda Aceh.

Tapi jangan salah, ini bukan urusan bisnis perusahaan, namun murni persoalan pribadi. Dia dilaporkan Manajer Umum PSDM Harian Serambi Indonesia Erlizar dengan sangkaan penghinaan.

Dari rilis yang diterima redaksi media ini menyebut.  Jumat, 25 September 2020 Erlizar Rusli, Manajer Umum PSDM Harian Serambi Indonesia yang juga berprofesi sebagai Advokat, melaporkan Mohd Din, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia yang juga atasannya ke Polresta Banda Aceh.

Dikonfirmasi kembali, Minggu, 27  September 2020 siang, Erlizar membenarkan adanya laporan tersebut.

Diduga, Mohd Din telah melakukan satu perbuatan tindak pidana. “Erlizar Rusli hadir pukul 09.00 WIB di wilayah Kantor Polresta Banda Aceh, didampingi empat kuasa hukumnya. Namun berdasarkan Surat Kuasa Erlizar Rusli didampingi  delapan orang kuasa hukum,”  kata Erlizar.

Dalam konfrensi perss Erlizar Rusli mengatakan. Laporan ini murni tindak pidana masalah pribadi antara dirinya dengan Mohd Din, meski  lokasi kejadian tindak pidananya berada di Hantor Harian Serambi Indonesia, Aceh Besar.

Dia menceritakan,  bermula dari hubungan antara atasan dan bawahan. Namun secara tegas Erlizar mengatakan tindak pidana ini karena adanya ucapan Mohd Din yang menyerang kehormatan pribadi dan harga dirinya.

“Dia mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada saya. Perumpaannya adalah, hewan berkaki empat dan  haram lagi dalam Islam. Semestinya seorang pimpinan dan sudah harus menjadi contoh teladan bagi karyawannya,” ujar Erlizar.

Sumber media ini di jajaran redaksi Serambi Indonesia mengungkapkan. Mohd. Din menyebut Erlizar dengan kata-kata” Babi Kau!

Secara terpisah kuasa hukum Erlizar Rusli  M. Arief Hamdani, SH, C.L.A, Rahmad Hidayat, SH,.MH, Muhammad Arnif, SH dan Irvan Asmadi, SH mengatakan. “Klien kami hari ini hanya bermaksud melaporkan Saudara Mohd Din ke Polresta Banda Aceh karena pantas diduga telah melakukan tindak pidana kepada klien kami,” tulis M. Arief Hamdani.

20200927-lapor

Foto: Dok.MODUSACEH.CO

Kata dia. “Tentu dengan alat bukti yang cukup dan kami anggap memenuhi unsur-unsur tindak pidananya. Namun untuk tahap selanjutnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisan wliayah Resor Banda Aceh dalam melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap kasus yang kami laporkan,” tambah Arief.

Mereka percaya kepolisian akan bekerja profesional. “Kami percaya pihak kepolisian Resor Wilayah Banda Aceh  akan bersikap prefesional dalam menangani kasus ini  sehingga hukum dapat ditegakkan bagi semua orang, apalagi menurut cerita klien kami, urusan antara atasan dan bawahan”.

Begitupun Arief menegaskan. “Di mata hukum tidak ada bawahan dan atasan, tapi siapa yang salah dan tidak salah sehingga yang salah maka harus diganjar dengan hukuman atas kesalahannya. Intinya keadilan,”  ucap M. Arief Hamdani, SH, C.LA.

Lantas, apa kata Mohd Din terkait laporan tersebut? Hingga berita ini diunggah, konfirmasi yang dikirim melalu pesan WhatsApp (WA) tidak berbagai, walau memberi tanda telah terbaca.***

Komentar

Loading...