Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Enam Yatim Piatu Tinggal di Rumah Reot, Anggota DPRK Aceh Timur Kritik Keuchik

Enam Yatim Piatu Tinggal di Rumah Reot, Anggota DPRK Aceh Timur Kritik Keuchik
Foto Ist.

Aceh Timur | Miris, begitulah kesan saat melihat nasib enam orang anak yatim piatu di Desa Pulo Blang, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur.

Betapat tidak, mereka tinggal di rumah kumuh dan tidak layak huni selama bertahun-tahun.

Bukan saja atap rumahnya tertutup daun rumbia yang bocor, dinding rumah juga tampak telah lapuk dimakan usia. Kondisi ini diperparah pasca terendam banjir beberapa waktu lalu, yang turut mengenangi istana reot milik bocah-bocam yatim piatu itu.

"Untuk menutupi atap rumahnya yang bocor, mereka menutupnya dengan menggunakan plastik bekas. Bahkan lantainya telah bolong-bolong akibat direndam banjir kemarin," kata anggota DPRK Aceh Timur Yahya Boh Kaye, Rabu sore.

Mendapat kabar itu, Yahya mengaku langsung terjun ke lokasi untuk mencari solusi agar keenam yatim piatu itu tidak lagi berteduh di rumah yang tak layak huni ini.

Foto Ist.

Melihat kondisi itu Yahya Bky akhirnya menyewa satu unit rumah layak huni untuk ditempati enam anak yatim piatu itu. Rumah yang disewakan Yahya juga berlokasi di Desa Pulo Blang, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur.

Selain itu Yahya mengaku telah mengusulkan bantuan rumah layak huni dari Baitul Mal Aceh Timur,  rencana usulan itu akan dibantu pada Anggaran 2021 mendatang.

"Saya sudah usulkan ke Baitul Mal Aceh Timur untuk rumah layak huni bagi para yatim piatu ini, karena kalau dibantu rebab dikhawatirkan hanya bertahan lebih kurang dua tahun, lalu harus direhab kembali. Makanya kita usulkan harus dibuat baru, sebelum baru ada kita menempatkan mereka disini," ujar anggota DPRK dari Partai Aceh ini.

Foto Ist.

Melihat kondisi sejumlah warga di Aceh Timur yang masih menempati rumah tak layak huni, Yahya turut mengkritik aparatur desa. Bayangkan, Dana Desa (DD) yang dialokasikan dalam jumlah besar, ternyata masih ada rumah warga yang tidak mendapatkann bantuan rehab.

"Kalau saja dialokasikan tiap tahun untuk merehab rumah-rumah masyarakat miskin disetiap desa, maka keberadaan rumah tak layak huni di Aceh Timur pasti tidak ada lagi," sebut Yahya, Rabu (16/12/2020).

Untuk itu ia turut mengimbau agar aparatur desa memantau kondisi rumah warga yang dihuni para warga miskin dan kaum dhuafa, sehingga penggunaan anggaran desa juga bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban warga miskin yang membutuhkan.

"Jika hanya satu dua unit rumah itu bukan mustahil untuk bisa dibantu dengan dana desa, dan kedepan kita juga berharap Keuchik di masing-masing desa tetap memantau warganya yang kira-kira sangat membutuhkan perhatian serius," harap Yahya.***

Komentar

Loading...