Breaking News

Eeh, Ternyata Ketua dan Tiga Pimpinan DPRA Masuk ODP Virus Covid-19

Eeh, Ternyata Ketua dan Tiga Pimpinan DPRA Masuk ODP Virus Covid-19
Ketua dan pimpinan DPR Aceh (Foto: aceh.tribunnews.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
Saiful Haris Arahas/Reporter Aceh Besar

* Direktur RSUDZA Banda Aceh, Dr. dr. Azharuddin: setiap orang yang telah masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), harus sudah mengetahui jika dirinya sudah menjadi ODP.

* Ketua Komisi VI DPRA Irawan Abdullah: seharusnya para pejabat publik eksekutif dan legislatif, berterus terang dan terbuka kepada rakyat (publik).

Banda Aceh | Paska pemberitaan adanya 13 anggota DPR Aceh yang masuk Orang Dalam Pantuan (ODP) virus corona (Covid-19) di Aceh. Kini, beredar di media sosial  WhatAspp (WA) sejumlah nama lain. Totalnya menjadi 25 orang.

Nah, dalam daftar tersebut, tertera nama Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin serta tiga pimpinan lainnya yaitu, Hendra Budian (Golkar), Safaruddin (Gerindra) serta Dalimi (Demokrat). Akibatnya, berbagai pendapat, berkembang di ranah publik.

Mensikapi masalah ini, Ketua Komisi VI DPRA Ustad Irawan Abdullah menyebut, seharusnya para pejabat publik eksekutif dan legislatif, berterus terang dan terbuka kepada publik. Alasannya, ada beberapa pejabat publik di lingkaran eksekutif dan legislatif yang menutup status dirinya sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

“Seharusnya pejabat publik terbuka saja terhadap status dirinya, karena melayani dan mewakili rakyat. Sepatutnya kita mencontohkan budaya kepala daerah atau pejabat publik lain yang langsung menyampaikan kondisinya,” kata politisi PKS, Kamis petang di Banda Aceh.

20200326-irawan

Ketua Komisi VI DPRA, Ustad Irawan Abdullah (Foto: Ist)

Terkait pemberitaan di media ini sebelumnya, ada 13 anggota DPRA berstatus ODP Covid-19. Menurut Ustad Irawan,  segera diantisipasi. Walaupun menurutnya, itu masih indikasi karena baru pulang dari kegiatan di luar daeerah.

Lebih lanjut, Irawan juga menyebutkan, hingga saat ini di Sekretariat DPRA juga belum ada alat yang memadai, seperti thermo gun untuk mengukur suhu tubuh, dan box sterilisasi, sehingga rapat paripurna hari ini (Kamis, 26/3/2020) harus ditunda.

“Sampai sekarang di Sekretariat DPRA belum ada saya lihat, atau saya dicek suhu tubuh sebelum masuk ke ruangan, apakah pakai thermo gun atau box sterilisasi. Seharusnya di DPRA itu sangat dibutuhkan alat seperti itu, jadi sebelum masuk ruangan, disemprot dulu,” katanya.

Sebelumnya, beredar kabar, ada 13 anggota DPRA yang kini masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Itu terjadi, diketahui karena mereka melakukan kegiatan atau perjalanan dinas di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kepada media pers di Banda Aceh, Kamis malam kemarin, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin membenarkan jika ada 13 anggota DPRA yang berstatus ODP. Akibatnya, sidang paripurna yang sudah diagendakan, Kamis (26/3/2020) terpaksa dibatalkan.

Padahal, berdasarkan surat Ketua DPRA, Nomor: 160/745, tanggal 24 Maret 2020, yang beredar luas di media sosial (medsos), siding paripurna itu bersisi sejumlah agenda penting.

Misalnya, penyerahan laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRA tahun 2019. Pemilihan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRA, dan pengumuman AKD DPRA.

Selain itu, pengumuman pembentukan panitia khusus (Pansus) Gedung Oncology, pencairan kredit PT. Bank Aceh Syariah, pengadaan barang dan jasa APBA-P 2019, serta persetujuan pembatalan proyek multy years tahun anggaran 2020-2022.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), DPRA Ihsanuddin MZ mengingatkan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, untuk tidak mempolitisasi wabah virus Corona (Covid-19) yang kini tengah melanda Aceh.

Apalagi, dikaitkan dengan penundaan sidang paripurna yang akan dilakukan hari ini. Menurut Ihsan, terkesan penundaan siding paripurna karena ada 13 anggota DPRA yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona.

Menurut Ihsan, penundaan sidang tersebut, karena ada empat fraksi yaitu, Golkar, Demokrat, PPP, dan PKB-PDA, yang menolak untuk hadir.

“Kami menilai, sidang paripurna dengan sejumlah agenda itu tidak tepat dilaksanakan saat ini, ditengah muncul berbagai larangan untuk berkumpul. Apalagi, itu merupakan kebijakan secara nasional," katanya.

Selain itu, mantan Ketua DPD I KNPI Aceh ini meminta, sebagai Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin tidak menjakan kepemimpinannya dengan tendensius.

“Apa kata rakyat, mereka kita minta berdiam diri di rumah, sementara wakil rakyat justeru bersidang. Apakah sejumlah agenda tadi begitu penting terhadap rakyat saat ini,” jelas dia.

Terkait namanya masuk dalam ODP, Ihsanuddin menjelaskan. “Saya tidak pernah merasakan itu. Hari minggu lalu saya masih ngopi di Solprem Beurawe. Alhamdulillah kondisi saya baik-baik saja. semoga terus ke depan seperti ini. Makanya dari mana awal info saya masuk ODP. Itu keliru,” tegas Ihsan.

Nah, dari data yang diperoleh media ini menyebutkan, dari total 13 nama tadi, ada 8 diantaranya berasal Partai Demokrat, 4 dari PPP dan satu dari PKB.

“Tidak benar itu, saya sehat-sehat aja dan masih melakukan aktivitas hingga sekarang. Saat ini saya sedang di Krueng Raya (Aceh Besar), menghadiri acara kader yang menikah,” ungkap Ketua Fraksi Partai Demokrat, DPR Aceh HT. Ibrahim.

Dia menduga, munculnya 13 nama anggota DPRA yang masuk ODP virus Corona (Covid-19), sarat muatan politis. “Karena kami menolak hadir sidang paripurna hari ini, sehingga muncullah informasi tersebut. Itu sarat politis,” tegas HT. Ibrahim.

Baik Ihsanuddin MZ maupun HT. Ibrahim mempertanyakan dari mana sumber data Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, sehingga menyebut ada 13 orang yang masuk ODP.

“Harusnya data itu disampaikan kepada kami dari mana sumbernya. Jika benar, kami pun akan patuh pada ketentuan yang berlaku saat ini. Tak perlu ditutup-tutupi. Tapi bila tidak, dia harus bertanggungjawab,” tantang HT.Ibrahim.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, Dr. dr. Azharuddin, Sp.OT, K-Spine FICS kepada media ini menyebutkan, setiap orang yang telah masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), sudah mengetahui jika dirinya sudah menjadi ODP.

“Iya, karena tetap akan diberitahu oleh dokter yang memeriksanya. Orang yang dalam kategori ODP tetap mendapatkan pemantauan dari tim medis dan Dinas Kesehatan Aceh. Apabila mulai menunjukkan adanya gejala, maka ODP harus diisolasi dan statusnya menjadi PDP (pasien dalam pengawasan),” katanya saat dihubungi media ini, Kamis (26/3/2020).

Sementara itu, ditanyai apakah 13 anggota DPRA yang dinyatakan Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin sudah masuk ke dalam kategori ODP, telah mengetahui jika mereka sudah masuk sebagai ODP. Azharuddin mengatakan dirinya belum mengetahui.

Dijelas Azharuddin, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kategori ODP, ialah ketika diketahui bahwa orang tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Negara atau daerah terjangkit corona.

Sementara itu, data terbaru yang didapatkan media ini dari sumber terpercaya, diketahui ada sebanyak 25 orang anggota DPRA Aceh yang masuk ke daftar orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Termasuk juga pimpinan DPRA.

Berikut nama-nama pimpinan dan anggota DPRA yang diduga masuk dalam ODP Covid-19 
1. Dahlan Jamaluddin
2. Safaruddin
3. Hendra Budian
4. Dalimi
5. Khairil Syahrial
6. Zaenal Abidin
7. Hendri Yono
8. Khalili
9. Asrizal Asnawi
10. Wahyu Wahab Usman
11. Martini
12. Mukhtar Daud
13. T. Ibrahim
14. Herman
15. Alaidin Abu Abbas
16. Tantawi
17. Muhammad Yunus
18. Nora Indah Nita
19. Nurdiansyah Alasta
20. Teuku Sama Indra
21. Edi Kamal
22. Ihsanuddin MZ
23. Attarmizi Hamid
24. Fakhrurrazi H. Cut
25. Syarifuddin

Komentar

Loading...