Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Edwar dan Nurul Hafni Terpilih Sebagai Kepala Madrasah dan Guru Inspiratif 2020

Edwar dan Nurul Hafni Terpilih Sebagai Kepala Madrasah dan Guru Inspiratif 2020
Foto: Ist
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Tenaga pendidik Aceh kembali dilirik pemerintah pusat. Mereka adalah, Edwar dan Nurul Hafni, kepala sekolah dan  guru asal Aceh, yang dinobatkan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai kepala madrasah dan guru inspiratif tahun 2020.

Penobatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2020 di Jakarta pada 25 November 2020 lalu.

Sebelumnya GTK telah memilih lima kepala madrasah dan tujuh guru inspiratif se-Indonesia dalam memperingati HGN 2020. Dua di antaranya merupakan guru dan kepala madrasah asal Aceh.

Hasilnya? Tak sia-sia, pengorbanan jasa demi mencerdaskan kehidupan anak bangsa yang dilakukan Nurul Hafni ( Guru MIS Blang Pandak/MIN 50 Pidie) dan Edwar Kepala MIN Paya Baro, Kabupaten Aceh Barat membuahkan hasil.

Kedua ditetapkan menjadi Guru Inspiratif Nasional 2020, sesuai Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6604 Tahun 2020.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg saat dikonfirmasi media ini mengaku bersyukur dan bahagia atas capaian ini.

Menurutnya, prestasi ini diraih berkat usaha dan kerja keras para guru serta kepala madrasah dalam rangka memastikan pembelajaran berlangsung dengan baik.

"Semoga capaian ini menjadi semangat baru bagi seluruh guru dalam mendidik generasi penerus bangsa, meski pun dalam suasana dan cobaan pandemi Covid-19. Semangat untuk mendidik tak pernah luntur. Selamat atas prestasi yang sangat membanggakan ini," ucap Iqbal, Senin, 30 November 2020.

Direktur GTK M Zain, S.Ag, M.Ag mengatakan, pemilihan ini digelar untuk memberi  apresiasi terhadap guru dan kepala madrasah yang memiliki dedikasi dan pengabdian yang tulus.

Tenaga pendidik yang terpilih juga terbukti terus berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya dalam mendidik generasi bangsa yang unggul.

Begitulah, semua berharap Aceh terus melahirkan para pendidik yang berkompeten dan mampu mengubah ketertinggalan pendidikan Aceh secara nasional.

“Bukankah untuk menyapu lantai yang kotor harus dengan sapu yang bersih?” hati yang bersih dan sosok yang menginspiratif inilah yang mampu membawa pendidikan Aceh pada taraf yang lebih baik nantinya,” katanya optimis. Semoga.***

Komentar

Loading...