Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Duh! Diduga Oknum Anggota DPRK Simeulue Terlibat Kasus Penipuan

Duh! Diduga Oknum Anggota DPRK Simeulue Terlibat Kasus Penipuan

Simeulue | Diduga, ada oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, berinisial SY (52) terlibat kasus penipuan ratusan juta rupiah.

Informasi ini terkuak setelah Irwan Azis, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bidang Pembendaharaan BPKD Simeulue, melaporkan SY dengan dugaan pemalsuan surat dan penipuan proses pengembalian anggaran kelebihan bayar yang tidak sesuai volume pekerjaan.

Itu terjadi pada proyek peningkatan jalan Ganang Pusako-Kenangan-Suak Manang, Kecamatan Salang, Simeulue yang dikerjakan perusahaan milik SY.

Kelebihan bayar tadi Rp148.725.000, namun yang di bayarkan SY kepada Kas Daerah Simeulue hanya Rp48.725.000.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, SIK, melalui Kasat Reskrim IPDA Muhammad Rizal, SE, SH membenarkan adanya laporan terkait dugaan pemalsuan surat dan penipuan tadi.

"Kita telah menerima laporan dari BPKD. Isinya telah terjadi pemalsuan surat dan penipuan tanggal 2 Juni 2018 di Kantor Pemerintahan Kabupaten Simeulue yang dilakukan SY," kata Muhammad Rizal, Selasa, 1 Desember 2020.

Dijelaskan Muhammad Rizal. Berawal pada 30 Mei 2020 lalu, sekira pukul 14.40 WIB. SY datang menemui staf pelapor untuk memberikan bukti tanda penerimaan atau penyetoran yang telah dilakukannya Rp148.725.000.

Bulan Juni 2018, pelapor bersama stafnya melakukan pencocokan data. Saat itu mereka menemukan bahwa dalam rekening umum Kas Daerah Simeulue uang yang disetor SY hanya Rp48.725.000,- dan tidak sesuai dengan laporan SY.

"Dari hasil pencocokan data tadi pelapor merasa keberatan dikarenakan SY diduga melakukan pemalsuan dokumen sehingga merugikan daerah," jelas Rizal.

Sementara itu, SY saat dimintai penjelasannya menyampaikan. Kasus ini terjadi pada tahun 2017 silam.

Katanya, ini bukan penipuan namun karena SY masih memiliki uang yang belum di bayar Pemda Simeulue sebesar 5 persen dari pekerjaan proyek Rp3 miliar lebih.

"Saya tidak melakukan penipuan, saya bayar itu tidak penuh karena saya tahu, masih ada uang yang belum sepenuhnya di bayar Pemda Simeulue pada saya dari proyek itu," ucap SY.

Dijelaskan SY, ia sangat menyesalkan atas laporan itu. Sebab, pihak pelapor tidak pernah melakukan komunikasi dengannya untuk meminta penjelasan terkait permasalahan itu.

"Kita sangat menyayangkan kenapa permasalahan ini tidak dikomunikasikan terlebih dahulu," tanya SY.***

Komentar

Loading...