Tertangkap di Kamar Hotel

Duh! Bu Hakim ED Selingkuh

Duh! Bu Hakim ED Selingkuh
Riaupos.co
Penulis
Sumber
diolah dari berbagai sumber
 
PADANG – Belum lagi kering keringat lelah, setelah dilantik sebagai Ketua Pengadilan Agama (PA) Padangpanjang (7/10/2016). Eeh, Bu Hakim ED (49) malah bermandi keringat di kamar hotel. Ups! Tapi bukan bersama muhrim (suami), sebaliknya dengan pria selingkuhannya. Nasib apes Bu Ed, persis ibarat pepatah: sepandai-pandai menyimpan durian, akhirnya menebar bau juga. Perbuatan indehoi itu keburu tercium petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Bukit Tinggi.
 
Seperti diberitakan Posmetro Padang (Jawa Pos Group/12/10/2016), saat digerebek bu hakim tak bisa mengelak, kendatipun teman prianya yang berinisial E masih berusaha untuk bersandiwara. Akibat perbuatan itu, bu hakim terpaksa berurusan dengan Tim Khusus Pengadilan Tinggi Agama di Kota Padang. ED diketahui kelahiran 6 Juli 1967 dan menyelesaikan studi S1 di IAIN. Wanita ini mengaku sudah memiliki tiga anak. Meski membantah berbuat asusila, namun tertangkapnya ED, Bu Hakim Pengadilan Agama (PA) di Padangpanjang, Sumbar dengan pria yang bukan muhrim, seharusnya tak boleh terjadi.
 
Guru Besar IAIN Imam Bonjol Padang Prof Asasriwani menyayangkan, perbuatan asusila bu hakim yang terjadi pada Sabtu (9/10) malam di sebuah hotel melati di Kota Bukittinggi itu. Asasriwani menegaskan, perilakau bu hakim yang juga Ketua Ketua Pengadilan Agama dianggap telah melecehkan institusi pengadilan. ”Kelakuan Ketua PA Padangpanjang ini telah melanggar norma agama, berduaan di kamar hotel. Apalagi dia seorang penegak hukum yang akan menjadi panutan masyarakat. Atas perbuatannya tersebut, harus tetap diproses oleh penegak hukum,” ujar Prof Asasriwarni seperti diberitakan Pos Metro Padang, (12/10/2016).
 
Kepala Satpol PP Kota Bukittinggi Syafnir mengungkapkan, oknum Ketua PA Padangpanjang dan pasangannya sudah didenda Rp 2 juta. Atau Rp 1 juta per orang, sesuai Perda Ketentraman dan Ketertiban Umum No.3 tahun 2015. ”Hj ED yang terjaring razia SK4 Bukittinggi dan Satpol PP Sumbar langsung dipulangkan malam itu usai ditangkap. Sesuai Perda Bukittinggi, yang bersangkutan diwajibkan datang kembali untuk menyelesaikan permasalahan. Keduanya terbukti merupakan pasangan selingkuh, dikenakan biaya pelaksanaan penegakan perda (denda paksa) sebesar Rp 1 juta atau disidangkan ke pengadilan kasus Tipiring,” tutur Syafnir. Menurut Syafnir, Senin, utusan dari PA Padangpanjang datang ke Satpol PP dan langsung membayar untuk dua orang, yakni ED dan teman prianya, E. Alamak!***

Komentar

Loading...