Dugaan Korupsi Melibatkan Mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah

Dugaan Korupsi Melibatkan Mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh dibawah komando Kombes Pol. T. Saladin bersama Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan pembasmi hama kopi pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah.

Itu sebabnya, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka penyidik Polda Aceh. Salah satunya AR, mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat.

Posisinya sebagai Kuasa Penguna Anggaran dan mantan PPK berinisial T dan MU serta TJ selaku pihak rekanan. Itu disampaikan pada temu pers Rabu, 9 Oktober 2019 di Mapolda Aceh.

Dia menyebutkan, kasus korupsi itu dilakukan dengan cara pengelembungan harga atau mark up yang dilakukan untuk pengadaan pembasmi hama kopi. Anggaran pengadaan pembasmi kopi diambil dari APBN 2015, Rp 48 miliar lebih yang kegiatannya dilaksanakan PT. Jaya Perkasa Group.

"Korupsi terjadi dengan cara mark up harga, dimana harga satuan yang dikeluarkan distributor digelembung dua kali lipat," katanya.

Kombes T. Saladin dan Kombes Pol Ery Apriyono  memperlihatkan barang bukti (Foto: Cut Mery)

Dari hasil perhitungan BPKP dan LKPP, diperkirakan telah terjadi kerugian negara Rp 16 miliar lebih. Selain itu, pihaknya telah memeriksa 50 saksi termasuk saksi ahli.

Dalam hal ini, Tim Penyidik Dir. Krimus Polda Aceh telah menyita sejumlah barang bukti uang tunai Rp 2 miliar dan dua sertifikat tanah dengan total Rp 4 miliar.

"Kita akan melakukan penyidikan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas pidana korupsi tersebut," kata Ery.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes T Saladin menambahkan. Kasus korupsi tersebut dilakukan penyidikan sejak 2016 hingga 2018.

"Kasus ini memang lama, karena saksi yang diperiksa mencapai 50 orang. Empat tersangka tidak dilakukan penahanan karena dianggap koorperatif," ungkapnya.***

Komentar

Loading...