30 September 2019 Anggota DPR Aceh Dilantik

Dua Unsur Pimpinan Sudah Jelas, PA dan Golkar Masih Terbungkus

Dua Unsur Pimpinan Sudah Jelas, PA dan Golkar Masih Terbungkus
Foto: Dok. MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Dijadwalkan, pelantikan 81 anggota DPR Aceh hasil Pileg 17 April 2019 akan berlangsung, 30 September 2019 mendatang.

Begitupun, hingga saat ini, dua dari empat unsur pimpinan yaitu, ketua dan tiga unsur wakil lainnya sudah ada titik terang. Sementara dua lainnya, masih dalam tahap pengodokan.

Partai Gerindra misalnya, kursi wakil pimpinan akan dipegang Safaruddin, sedangkan Partai Demokrat masih dipercaya kepada Dalimi.

Bagi Partai Gerindra, inilah kesempatan pertama meraih kursi wakil pimpinan dengan peroleh delapan kursi di DPRA. Dan, kursi tersebut selama ini dipegang Partai NasDem. Sayangnya, pada Pileg lalu, Nasdem hanya meraih 2 dua kursi untuk DPR Aceh.

Sedangkan Partai Aceh, Partai Demokrat dan Golkar, merupakan pemilik kursi wakil pimpinan sejak dua periode sebelumnya. “Ya, kami sudah putusakan kepada Safaruddin,” jelas TA. Khalid pada media ini, Sabtu petang.

Pengakuan serupa juga disampaikan sumber media ini di DPP Partai Demokrat. “Sudah diputuskan kepada Pak Dalimi. Surat keputusannya akan segera dikirim ke Aceh,” kata sumber tadi.

Begitupun, Dalimi yang ditanya media ini mengaku belum mendapat kabar.

“Saya siap saja menerima perintah dan amanah dari partai dan pimpinan. Hanya saja, saya belum menerima surat dan pemberitahuan secara resmi,” kata dia, Sabtu petang.

Lantas, bagaimana kursi Ketua DPR Aceh yang menjadi jatah Partai Aceh? Sumber media mengungkapkan. Secara kesepakatan sudah ada satu nama yang muncul. Hanya saja belum diputuskan secara resmi alias masih terbungkus.

“Tunggu saja, pasti akan disampaikan kepada publik dan awak media,” jelas sumber MODUSACEH.CO, di jajaran partai politik lokal, peraih kursi terbanyak di parlemen Aceh tersebut.

Yang menarik justeru di Partai Golkar. Kabarnya, di internal parpol “warisan” Orde Baru ini, masih terjadi tarik menarik cukup tajam. Bahkan sempat mengarah pada sikap “rasis” dari oknum elit partai tersebut di Aceh.

20190914-ali-basrah

Ali Basrah masih digoyang (Foto: waspadaaceh.com)

“Ada tiga nama yang diusulkan ke DPP Partai Golkar. Kabarnya sudah ada satu nama yang diputuskan, tapi masih mendapat ganjalan dari oknum elit DPD I Partai Golkar Aceh,” ungkap sumber tadi.

Nah, sumber media ini di DPP Partai Golkar menyebut, nama yang digadangkan itu adalah Ali Basrah. Tapi, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, mengusulkan nama Teuku Raja Keumangan (TRK).

“Dalam pertemuan beberapa hari lalu di Jakarta, sempat muncul protes berbau “rasis” dari Aceh yang menyatakan Ali Basrah adalah suku Batak. Dan, dia ndak pantas jadi wakil pimpinan DPR Aceh dari Golkar,” ungkap sumber ini.

Itu sebabnya, sumber yang juga tokoh politik nasional asal Aceh ini mengaku heran dengan sikap oknum elit DPD I Partai Golkar Aceh tersebut.

“Sebagai partai nasionalis-regilius, Golkar sangat pluralis dan menghargai perbedaan, tanpa memang suku, ras dan agama. Tapi, kenapa pernyataan “rasis” seperti ini muncul,” kata sumber tadi heran.

Padahal sebut dia, Ali Basrah selama ini memiliki komitmen yang cukup tinggi terhadap Aceh dan Partai Golkar.

“Saya kira elit Golkar Aceh saat ini ahistoris dan politis. Dia lupa bahwa Dapil Ali Basrah, terutama Aceh Tenggara dan Gayo Lues, merupakan basis Golkar sejak Orde Baru berkuasa,” ulas dia.

Bahkan, salah satu mantan Sekretaris Umum DPD I Partai Golkar Aceh berasal dari Aceh Tenggara yaitu, Jahruddin Armay.

“Ya, apakah sosok seperti Bang Armen Desky masih diragukan jasa dan perannya dalam membesarkan Golkar di Aceh Tenggara. Jadi, jangan karena ada kepentingan pribadi, lalu menghancurkan partai,” kritik sumber itu.

Apalagi, elit DPD I Partai Golkar Aceh saat ini dipimpin sosok politisi yang selama ini dikenal sangat nasionalis dan menghargai kebhinekaan.

“Politik memang biasa terjadi tarik menarik dan pro serta kontra.Tapi, kalau sudah mengarah pada “rasis” itu tidak sehat,” jelas sumber tadi.***

Komentar

Loading...