Breaking News

Rekrutmen Manajemen BPKS

Dr. Taufik Abdul Rahim: Semoga Bukan Seleksi “Sandiwara”

Dr. Taufik Abdul Rahim: Semoga Bukan Seleksi “Sandiwara”
Dr. Taufiq Abdul Rahim (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Setelah sempat tertunda beberapa waktu, Tim Seleksi Calon Manajemen (kepala dan wakil kepala) Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), akhir mengumumkan 15 nama yang lolos tahap administrasi. Berharap bukan seleksi “sandiwara”.

MODUSACEH.CO | Mungkin jamak dipahami, seleksi calon Kepala dan Wakil Kepala BPKS yang kini sedang berproses, berlangsung secara normal. Tapi tidak dengan Dr. Taufiq Abdul Rahim. Akademisi Universitas Muhammadiyah (Umuha) Aceh ini berharap, seleksi tersebut dapat berlangsung secara jujur, adil dan terbuka.

"Jika dilakukan secara benar, setidaknya dapat mengobati penyakit akut yang selama ini menerpa manajemen BPKS. Ini sudah berlangsung lama dan kita berharap lembaga itu bisa meraih trust (kepercayaan) dan kredibilitas dari masyarakat terutama pelaku usaha," kata Dr Taufiq Abdul Rahim pada media ini, Senin lalu di Banda Aceh.

Kata dia, sesuai aturan, penetapan dan pengangkatan pejabat publik setingkat kepala badan, harus dilakukan melalui seleksi terbuka (transparan), sehingga bisa menghasilkan pejabat yang berkompeten, kredibel, jujur dan amanah.

"Bila jujur dan amanah, maka pantas kita beri apresiasi kepada tim seleksi. Sebaliknya,  jika tidak sesuai aturan, ketentuan, kompetitif dan jujur, maka kita wajib mengkritisinya," ujar pengamat ekonomi, sosial, politik dan pembangunan Aceh ini.

Bahkan, jika fit and proper test hanya sekedar formalitas, apalagi sosok kepala dan wakil kepala BPKS sudah dipersiapkan sebelumnya. Maka kata Taufiq, kebijakan tersebut merupakan langkah mundur dan menciderai pengelolaan BPKS secara profesional. Lantas, apa saja pendapat akademisi ini? (selengkapnya baca edisi cetak).***

Komentar

Loading...