Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Tak Ajukan RKAB 2020

DPRK Aceh Barat Nilai Aktivitas Tambang Emas PT. Megallanic Ilegal

DPRK Aceh Barat Nilai Aktivitas Tambang Emas PT. Megallanic Ilegal
Aktivitas Tambang Emas di Kecamatan Sungai Mas tahun 2020. Foto dok. MODUSACEH.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Haji Kamaruddin mengaku. Aktivitas tambang emas PT. Megallanic di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat tahun 2020, tanpa izin atau ilegal.

Menurut dia, terungkapnya aktivitas tambang emas ilegal itu, setelah DPRK Aceh Barat memanggil Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh pada 12 Januari 2021 lalu.

Awalnya, tambang emas PT. Megallanic memang telah mengatongi izin tahun 2012 lalu. Namun, tidak menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk kegiatan tahun 2020.

“Sehingga kegiatan tambang emas PT. Megallanic tahun 2020 menjadi ilegal,” ungkap Wakil Ketua DPRK Aceh Barat ini, Kamis di Meulaboh. 

Bahkan sebut Haji Kamaruddin, perusahaan tersebut tidak mengajukan RKAB kepada Dinas ESDM Aceh. Sementara kegiatan tambang emas dalam lahan PT. Megallanic tetap dilakukan.

Menurut Haji Kamaruddin, dari peninjauan lapangan yang dilakukan DPRK Aceh Barat, luas lahan yang telah digarap, baik di Kecamatan Sungai Mas maupun di Kecamatan Woyla Timur, jumlahya bisa mencapai puluhan hektar.

“Kalau kita lihat di lapangan puluhan hektar sudah digarap,” kata Haji Kamaruddin.

Sedangkan RKAB tahun 2021 diakui Kamaruddin sudah diusulkan PT. Megallanic pada ESDN Aceh. Ini diketahui dari keterangan Dinas ESDM kepada DPRK Aceh Barat, Januari 2021.

Bukan hanya itu, berdasarkan laporan masyarakat, aktivis PT. Megallanic juga diduga mencemari lingkungan.

Salah satu contohnya, selama ini warna air di Sungai Kecamatan Sungai Mas tidak jernih lagi. Sedangkan aktvistas di Kecamatan Sungai Mas sangat besar dibandingkan dengan tambang-tambang kecil lainnya.

Itu sebabnya, DPRK Aceh Barat kembali turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait lingkungan dan kegiatan tambang emas di area tersebut yang diduga ilegal karena tidak mengajukan RKAB.

Sementara untuk aktivitas tambang emas tahun 2021, PT. Megallanic mengusulkan RKAB. Namun masih tahap evaluasi Dinas ESDM Aceh.***

Komentar

Loading...