Breaking News

DPRA Persoalkan Layanan Buruk Bank Syariah di Aceh

DPRA Persoalkan Layanan Buruk Bank Syariah di Aceh
Foto: Ist.

Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi mempersoalkan buruknya pelayanan Bank Syariah di Aceh. 

Itu disampaikan politisi PKS ini pada Sidang Paripurna DPR Aceh, Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh, Selasa. Alasan Bardan, asumsi ini berdasarkan aspirasi dan meneruskan keresahan publik yang terjadi. 

Menurut Badan Sahidi,  keresahan publik Aceh atas pengunaan jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), baik milik Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) di Aceh, cukup serius. 

Jelas anggota Komisi I DPR Aceh ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh Syariah telah terjadi kekosongan kas dan gagal trasfer saldo terdebit sehingga menyebabkan antrean panjang. 

Penyebab semua itu, duga Badan Sahidi karena  disebabkan kelemahan manajemen dan dukungan teknologi informasi (TI) atau infomation tecnology (IT) perbankan di Aceh.

Itu sebabnya, wakil rakyat dari dataran tinggi Gayo ini meminta Pemerintah Aceh meresponya, terutama Bank Aceh Syariah. 

"Saya meminta pemerintah dapat mengatasi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama. Apalagi menjelang Idul Fitri dan pembayaran gaji ASN bulan ke-13," ujar politisi PKS ini. 

Begitupun lanjut Badan Sahidi, bila pelayanan bank buruk jangan kemudian dilebelkan pada sistem syariah yang buruk, tapi itu pada manajemen bank itu sendiri yang tidak berbenah.

"Syariahnya tidak salah," tegas Badan Sahidi. 

Setali tiga uang, anggota DPRA dari Gerindra Jauhari Amin juga menyampaikan hal serupa. Ia malah tak mengambil contoh pada orang lain tapi pada diri sendirinya,  terkait buruknya pelayanan Bank Syariah di Aceh. 

Menurut Jauhari Amin, Selasa (4/5/2021) dirinya sedang membuka buku rekening pada Bank Konvensional di Sumatera Utara. Itu dilakukan karena tidak bisa menggunakan Bank Syariah.

"Saya harus buka dua buku bank di Aceh dan luar Aceh, " ujarnya. 

Semrawutnya pelayanan Bank Syariah  seperti BRI Syariah bukanlah keluhan baru. Ramai masyarakat yang mengeluh, terutama pada awal bulan pegawai negeri sipil yang gajinya dikirim pada bank tersebut, namun sulit menarik uang karena faktor IT yang diduga tak mendukung.***

Komentar

Loading...