Breaking News

Terkait Mantan Kombatan GAM Bersatu

DPP PNA Sambut Baik Ajakan Tengku Ni

DPP PNA Sambut Baik Ajakan Tengku Ni
Samsul Bahri (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Ketua DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA), Samsul Bahri atau akrab disapa Tiyong, menyambut baik dan memberi apresiasi ajakan Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase, Teungku Zulkarnaini Bin Hamzah (Tgk. Ni), agar seluruh mantan kombatan GAM bersatu.

Itu disampaikan dalam wawancara khusus dengan media ini, Selasa, 22 Juli 2019 di Banda Aceh.

Menurut Tiyong, seruan dan ajakan yang disampaikan Tgk Ni pada acara silaturrahmi mantan kombatan GAM Daerah I Wilayah Pase tersebut, patut diapresiasi dan diterima secara terbuka. Dia berharap, ajakan serupa juga dilakukan sejumlah Panglima Wilayah lainnya di Aceh.

"Kami mewakili pengurus dan kader PNA menyambut positif himbauan dari Teungku Ni. Ajakan ini kita harapkan akan diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh eks kombatan sampai ke gampong-gampong. Tidak berhenti pada tingkat elit semata. Ke depan kita berharap akan sering melihat kader PA dan PNA duduk satu meja bersama rakyat di warung kopi. Terlibat aktif secara gotong royong dalam kegiatan sosial masyarakat. Eks kombatan kita harapkan akan menyatu dengan rakyat, menjadi pengayom bagi masyarakat," kata Tiyong.

Menurut Tiyong, saatnya eks kombatan GAM yang ada di PA dan PNA, harus tampil dengan spirit dan gaya politik baru yang lebih egaliter. Dengan begitu, ke depan kehadiran PA dan PNA akan disambut dengan hangat oleh rakyat.

"Seperti ketika mereka menyambut kedatangan dan menerima kehadiran kombatan GAM laksana keluarga sendiri di era konflik dulu. Harapan kita PA dan PNA akan bersatu dan menyatu dengan seluruh rakyat Aceh. Bukan sekedar bersatunya PA dan PNA dalam koalisi politik. Tak boleh ada lagi sekat politik dan kepentingan kelompok yang memisahkan tali persaudaraan diantara kita semua," himbau Tiyong.

Kesepakatan ini ujar Tiyong, merupakan semangat yang dibangun ketika PNA memutuskan untuk berkoalisi dengan PA dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB). Jilid II. Kami meyakini bersatunya mantan kombatan GAM, baik yang ada di PA maupun PNA akan menjadi kekuatan utama dalam memajukan Aceh di masa datang".

Sebab, akan banyak agenda strategis yang harus diperjuangkan bersama oleh rakyat Aceh. Misal, isi perjanjian MoU Helsinki yang belum sepenuhnya direalisasikan oleh pusat, UUPA yang masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya, adalah diantara isu yang harus menjadi komitmen bersama dalam memperjuangkannya. Dan revisi UUPA merupakan solusi terbaik dan paling logis untuk mewujudkan terlaksananya semua poin dalam MoU Helsinki

"Terkonsolidasinya seluruh eks kombatan GAM dan satu visi dalam perjuangan, kita harapkan akan memperkuat bargaining Aceh dengan Jakarta. Sehingga upaya revisi UUPA yang sesuai dengan MoU Helsinki tidak akan menemui banyak hambatan. Dalam hal ini PA dan PNA lah yang akan mewakili kombatan GAM menjadi kekuatan politik formal yang akan memperjuangkannya dalam sistem dan perundang-undangan yang berlaku," tegas anggota DPR Aceh ini.

Tiyong berpendapat, ajakan bersatu dari Teungku Ni, merupakan langkah awal yang baik. "Tentu, secara kepartaian kami sudah berkomunikasi dengan Ketua DPA PA, H. Muzakir Manaf (Mualem)  Semoga kita semua berkomitmen melaksanakan harapan tersebut. Sehingga apa yang kita cita-citakan bersama akan terwujud. PNA sendiri berharap akan terus dapat bekerjasama dengan PA dalam semua agenda politik kedepan. Tak tertutup kemungkinan PNA bisa saja melakukan koalisi permanen dengan PA di semua wilayah. Dalam Misal pada Pilkada 2022, bisa saja Cabup dari PA sementara Cawabup dari PNA. Di wilayah tertentu bisa juga sebaliknya. Begitu juga dalam Pemilu 2024 mendatang.

"Kami berharap, kombatan GAM dapat kembali bersatu, bergandengan tangan dan bahu membahu untuk memperjuangkan Aceh yang maju dan sejahtera seperti dicita-citakan Allahuyarham Wali Nanggroe Teungku Hasan Ditiro. Mari kita lupakan semua kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Anggap saja itu sebagai sebuah proses pendewasaan politik yang harus kita lalui bersama. Kini saatnya kita tunjukkan bahwa GAM bisa solid dan bersatu kembali walaupun berhimpun dalam dua partai yang berbeda," ajak Tiyong.***



Komentar

Loading...