Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

Di Balik Nyak Sandang dan Mak Bidin

Anggota DPD RI Fachrul Razi: Pemerintah RI Harus Selesaikan Hutang Masa Lalu dengan Rakyat Aceh

Anggota DPD RI Fachrul Razi: Pemerintah RI Harus Selesaikan Hutang Masa Lalu dengan Rakyat Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Nyak Sandang, Rabu (21/03/2018) kemarin bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan Nyak Sandang asal Lamno, Aceh Jaya, Aceh dengan pejabat nomor satu di republik ini, terkait kisah pembelian pesawat pertama Indonesia masa pemerintahan presiden pertama Soekarno. Kala itu, Aceh menjadi masyarakat yang berperang dalam mendorong keinginan Soekarno, yaitu beli pesawat. Lantas apa kata Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Aceh Fachrul Razi?

Jokowi menemui Nyak Sandang di Istana Negara (Dok. Biro Pers Istana)

Diminta pendapatnya melalui WhatsApp, Kamis (22/03/2018) Fachrul Razi mengatakan. Berdasarkan kasus Nyak Sandang, di Aceh Jaya dan almarhum Mak Bidin, di Aceh Barat, adalah bukti sejarah bahwa Pemerintah Indonesia pernah memiliki utang dengan rakyat Aceh dalam bentuk obligasi. "Yaitu hutang negara kepada rakyatnya. Saya yakin masih banyak rakyat Aceh yang masih memiliki bukti," ujar Fachrul Razi, Kamis (22/03).

Namun lanjut Fachrul Razi, karena proses waktu yang begitu panjang, tentunya kedepan akan muncul berbagai pihak yang menuntut hak yang sama. Kemudian kata Fachrul Razi, pinjaman dalam bentuk obligasi adalah bukti lain bahwa ada masalah di masa lalu yang belum diselesaikan oleh negara. "Dan ini harus diselesaikan karena mereka memiliki turun temurun yang sah," ujarnya.

Itu sebabnya, Fachrul Razi mendorong pemerintah harus membentuk tim penyelesaian hutang dimasa lalu. "Secara pribadi saya mendorong pemerintah wajib membayar hak-hak dan ganti rugi terhadap pinjaman, sesuai bukti bukti sah yang dimiliki oleh ahli waris sesuai dengan kurs rupiah hari ini," kata Fachrul Razi, menyarankan.

Kata Fachrul Razi, bukti sejarah dan bukti otentik, telah menunjukkan besarnya peran Aceh dalam memberikan bantuan kepada pemerintah pusat dalam pemberian pesawat. 

Karena itu sebut Fachrul Razi sudah sepatutnya Aceh diberikan saham sebagaimana jasa Aceh terhadap Indonesia. "Dalam hal ini Aceh bukan saja sebagai stakeholders tapi shareholder. Sebagai wujud terima kasih Indonesia terhadap Aceh," ujar Fachrul Razi, berharap.***

Komentar

Loading...