DPD Partai Demokrat Rilis Sosok Peserta KLB Deli Serdang dari Aceh, Dalimi Sebut Mereka 'Begal Politik'

DPD Partai Demokrat Rilis Sosok Peserta KLB Deli Serdang dari Aceh, Dalimi Sebut Mereka 'Begal Politik'
Foto: DPP Partai Demokrat
Rubrik
Sumber
Siaran Pers DPP Partai Demokrat

Banda Aceh I Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) dari Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masih terus menjadi perhatian publik.

Wakil Ketua DPD 1 Partai Demokrat Aceh, Dalimi menyampaikan bahwa ada beberapa caleg gagal dan mantan kader Partai Demokrat yang telah pindah ke partai lain dan hadir pada acara KLB ilegal di Deli Serdang,  5 Maret 2021 yang lalu.

“Dari bukti dokumentasi, inilah penampakan para 'begal politik' Partai Demokrat asal Aceh, yang diduga hadir pada KLB abal-abal di Deli Serdang, Sumatera Utara lalu," tulis DPP Partai Demokrat melalui rilisnya yang dikirim ke redaksi media ini, Jumat petang.

20210326-dalimi

Dalimi (Foto: Dok.MODUSACEH.CO)

Mereka adalah, M. Azhari (caleg gagal DPR RI 2014), T. Iskandar Daod (caleg gagal DPR RI 2019), Edi Obama (mantan Ketua DPC Bireun yang telah pindah partai), Marzuki alias Cek Ki (caleg gagal DPRK Pidie Jaya 2019), M. Hasbi (caleg gagal DPRA 2019 Lhokseumawe), Tarmizi Age (caleg gagal DPRK Bireun), Nur Fuadi (Ketua Timses Iskandar Daod pada Pileg lalu) dan berapa mantan kader lainnya”, ujar Dalimi.

Dalimi juga mengatakan, para "begal politik" tersebut telah memberikan contoh buruk tentang demokrasi bagi generasi muda di Aceh, “Mereka pernah diberi kesempatan, besar, dan menikmati berbagai jabatan melalui Partai Demokrat karena jasa Pak SBY sebagai tokoh Perdamaian Aceh. Ketika gagal nyaleg, kini mereka berduyun-duyun ikut dalam gerombolan 'begal politik' yang merampok, menghina dan memfitnah SBY serta Ketum AHY. Mereka adalah contoh buruk bagi generasi muda Aceh dalam berdemokrasi," tulis rilis tersebut.

Terkait beredarnya kabar sedang dibentuknya kepengurusan illegal Partai Demokrat di Aceh, Dalimi menegaskan. Perilaku politisi yang cacat moral dan jauh dari etika politik seperti itulah yang semakin membuat citra politisi dan partai politik menjadi buruk di mata masyarakat.

Padahal masih banyak sekali politisi dan partai politik yang berjuang dengan cara yang benar mengedapankan etika, dan berjuang sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat.

“Mari selamatkan demokrasi, cegah perbuatan melawan hukum yang merusak demokrasi kita dari para 'begal politik' di daerah kita masing-masing. Jangan salahkan bila publik menghukum mereka dengan sanksi sosial”, ujar Dalimi.

Nah, hingga kini MODUSACEH.CO belum berhasil melakukan konfirmasi terhadap sejumlah nama yang disebut; sebagai begal politik tadi.*** 

Komentar

Loading...