Perkuat Konsolidasi Partai

DPD I Partai Golkar Aceh Jadwalkan Musda DPD II

DPD I Partai Golkar Aceh Jadwalkan Musda DPD II
MODUSACEH.CO
 
Banda Aceh | Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar, Syukri Rahmat menegaskan. Pihaknya telah menjadwalkan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Pengurus DPD II Partai Golkar se-Aceh. Kebijakan ini dilakukan, sesuai AD/ART, Pedoman Organisasi (PO) serta Petunjuk Pelaksana (Juklak) Partai Golkar. Selain itu, adanya instruksi dari DPP Partai Golkar, untuk mengelar Musda bagi DPD II yang masih tertunta.
 
Syukri mengatakan itu pada MODUSACEH.CO, Kamis siang di Kantor DPD I Partai Golkar Aceh, Banda Aceh. Menurut Syukri, Musda tersebut ada yang dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2016 serta usai Pilkada 2017 mendatang. Alasannya, lebih menjaga soliditas kader agar tidak terpecah di daerah bersangkutan serta hal teknis lainnya yang perlu dipersiapkan dalam rangka Pilkada 2017 mendatang. “Keputusan itu kami ambil setelah melakukan koordinasi dengan DPP Partai Golkar para Rakornis dua pekan lalu di Banda Aceh,” jelas Syukri. Keputusan itu tak bisa dirubah. Kecuali ada izin dari DPP Partai Golkar, Jakarta.
 
Hingga pekan ini sebut Syukri, ada 11 DPD II Golkar yang telah melaksanakan Musda yaitu, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Besar, Sabang, Aceh Barat Daya, Langsa, Aceh Timur, Pidie, Aceh Tamiang serta Aceh Utara. Sisanya, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Selatan, Subulussalam, akan dilaksanan bulan November 2016. Dan, untuk  Nagan Raya serta Bireuen, akan digelar bulan Desember 2016.
 
Khusus untuk Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Singkil, Gayo Lues serta Simeulue, dilakukan setelah Pilkada 2017. “Kita berharap, Musda di daerah itu dapat lebih mempersolid para tokoh dan kader Golkar. Sebab, paska konflik dan dualisme kepemimpinan DPP Partai Golkar beberapa waktu, juga ikut berbias ke bawah atau kabupaten dan kota. Karena itu, ada pertimbangan khusus mengapa lima DPD II Partai Golkar tadi, dilaksanakan usai Pilkada,” ujar Syukri.
 
Mengenai adanya pengurus DPD I Partai Golkar Aceh yang ingin maju sebagai ketua, menurut Syukri hal itu dibenarkan, asal jika terpilih, maka harus memilih. Soal domisili, ada syaratnya yaitu bersedia tinggal di wilayah kepemimpinannya. Tak hanya itu, calon ketua juga harus sudah lima tahun menjadi pengurus, berpendidikan minimal D-3 serta loyalitas pada partai. “Itu syarat normatif, kalau ada syarat yang tidak terpenuhi, harus mendapat rekomudasi dari  DPP Partai Golkar, Jakarta,” jelas Syukri.***

Komentar

Loading...