Terbukti Lakukan Penyimpangan

DKPP Berhentikan Tetap Ketua KIP dan Ketua Panwaslih Aceh Besar

DKPP Berhentikan Tetap Ketua KIP dan Ketua Panwaslih Aceh Besar

Banda Aceh | Satu informasi tak sedap baru saja diterima redaksi media ini. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dengan resmi memberhentikan secara tetap Ketua KIP Aceh Besar, Cut Agus Fathillah dan Ketua Panwaslih Adinirwan dari jabatannya itu.

“Benar, keputusan itu baru saja dibacakan dalam amar putusan sidang DKPP di Jakarta,” sebut sumber media ini, Selasa (9/10/2019) siang.

Menurut dia, empat anggota KIP Aceh Besar yaitu, Agus Samsidi, Junaidi, Miswar dan Muhammad Hayat mendapat peringatan keras.

Sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu perkara Nomor: 133-PKE-DKPP/VI/2019.

Sidang ini berlangsung di Ruang Sidang KIP Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, Jumat (26/7/2019).

Pengadu dalam perkara ini adalah, Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin Yahya, yang memberikan kuasa kepada dua orang advokat, yaitu Hermanto dan Murtadha.

Mereka mengadukan Ketua dan Anggota KIP Kabupaten Aceh Besar, yaitu Cut Agus Fathillah, Agus Samsidi, Junaidi, Miswar, Muhammad Hayat.

Dalam pokok aduannya, Pengadu mendalilkan beberapa poin. Pertama, adanya dugaan ketidaksesuaian jumlah pemilih atau penggelembungan suara yang dilakukan para Teradu di Kabupaten Aceh Besar.

Poin kedua, para Teradu diduga telah mengusir para saksi dari Partai Aceh (PA) yang mengajukan keberatan atau interupsi saat dilakukan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten.

Selain itu atau ketiga, para Teradu telah menutup pleno Kabupaten Aceh Besar untuk DPRK Aceh Besar secara sepihak, tanpa ada pemberitahuan yang jelas pada 17 Mei 2019. Para Teradu berdalih bahwa pleno tersebut akan dibawa Teradu ke KPU RI.

Pada poin keempat, para Teradu diduga tidak menjalankan rekomendasi dari Panwaslih Kabupaten Aceh Besar Nomor: 050/K.BAWASLU.AC/02/PM.00.02/IV/2019 tertanggal 30 April 2019.

Selain itu, Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga telah memeriksa ketua dan anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Besar terkait pengaduan sejumlah penyelenggara pemilu tingkat kecamatan di kabupaten tersebut.

Pemeriksaan ketua dan anggota Panwaslih Aceh Besar tersebut sempat berlangsung di Kantor KIP Provinsi Aceh di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Majelis DKPP yang memeriksa diketuai Ida Budhiati.

Adapun ketua dan anggota Panwaslih Aceh Besar yang diperiksa yakni Adinirwan serta Nurhidayati dan Marhami. Mereka diadukan M Nur Abd Muthalib, Pria Rizki, dan Ridhwan. Pengadu merupakan ketua panitia pemilihan kecamatan di Aceh Besar.

Mereka diadukan karena diduga melanggar peraturan Badan Pengawas Pemilu dengan mengeluarkan rekomendasi yang menyebabkan kekisruhan rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilihan calon anggota DPRK Aceh Besar.

Namun, kepada Nurhidayati dan Marhami, Majelis DKPP memutuskan agar nama baiknya direhabilitasi, karena tidak terbukti bersalah.

Nah, hari ini nasib mereka yang selama ini duduk nyaman di kursi Ketua KIP dan Ketua Panwaslih Aceh Besar berakhir sudah.

Ini sejalan dengan putusan Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang bersidang di  Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.

Inilah nasib apes Cut Agus Fathillah dan Adinirwan. Kedua sudah menabur "angin", maka harus rela menuai "badai". Begitupun, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi pada keduanya, terkait pemecatan tersebut.***

Komentar

Loading...