Diusulkan Pemerintah Beri Stiker Rumah Masyarakat Miskin

Diusulkan Pemerintah Beri Stiker Rumah Masyarakat Miskin
Penulis
Rubrik

Meulaboh |  Dipercaya sebagai narasumber pada acara forum konsultasi publik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Selasa (03/12/2019), Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin bicara panjang lebar tentang pelayanan publik.

Dalam acara tadi, juga disinggung soal angka kemiskinan di Aceh. Dr. Taqwaddin mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh tahun 2019, angka kemiskinan Aceh berada pada urutan ke-6 nasional.

Dari urutan tersebut, persentase penduduk Aceh dalam kondisi miskin mencapai 15,32 persen. Mirisnya lagi, berdasarkan data BPS kata Taqwaddin, ada dua sebab utama yang membuat Aceh miskin nomor wahid di Sumatera.

Yaitu, faktor komoditi makanan mencapai 76 persen dan perumahan atau nonmakanan 24 persen. "Ini angka memprihatinkan," ujarnya Dr. Taqwaddin.

Bahkan sebut Taqwaddin, ia sering mendapat informasi beras raskin banyak yang tidak mampu ditebus oleh orang miskin di pelosok pedalaman gampong (desa). Sehingga, mereka terpaksa menjual kupon jatahnya tersebut kepihak lain yang justru lebih mampu.

Nah, usai Taqwaddin memaparkan terkait urusan pelayanan publik, pada sesi bertanya dan memberi saran, beberapa peserta umumnya dari unsur pemerintah gampong, seperti Kepala Desa, Tuha Peut dan Mukim, menyampaikan pendapat mereka.

Bahkan, beberapa aparatur desa mengusulkan agar rumah masyarakat miskin itu diberikan stiker supaya penataannya lebih jelas.

Usulan itu bukan tanpa sebab, ujung tombak aparatur gampong itu menilai, selama ini pemberian bantuan sering tidak tepat sasaran.

Misal bantuan rumah, di lapangan ada dugaan orang yang tak patut menerima bantuan rumah bantuan, justru dapat bantuan.

Itu sebabnya, bila pola serti itu yang terjadi, maka angka kemiskinan di Aceh tak berubah signifikan karena pemberian bantuan terkadang tepat sasaran.***

Komentar

Loading...