Dituding Keluarkan Surat Siluman, Irwan Suharmi: Itu Tidak Benar!

Dituding Keluarkan Surat Siluman, Irwan Suharmi: Itu Tidak Benar!
Irwan Suharmi

Simeulue | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue Irwan Suharmi, SE, M.Si dituding mengeluarkan surat siluman, terkait persetujuan pencabutan gugatan dugaan video mesra Bupati Simeulue Erli Hasim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh.

Tudingan yang dialamatkan pada lembaga terhormat itu disampaikan Zulhamzah, Ketua Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Perwakilan Simeulue, yang dimuat serta diwartakan sejumlah media.

"Tudingan itu sangat tidak benar. Surat itu resmi, dikeluarkan setelah melalui musyawarah serta ada kesepakatan 15 orang anggota dewan Simeulue yang lain," kata Irwan Suharmi, pada acara jumpa pers di gedung dewan setempat, Senin, 24/2/2020.

Dijelaskan, surat yang dikeluarkan tadi merupakan surat persetujuan DPRK Simeulue kepada Erli Hasim, melalui kuasa hukumnya atas pencabutan gugatan pribadinya yang menutut DPRK sebanyak Rp 100 miliar. Jadi, surat yang dimaksud bukan seperti yang diberitakan serta menjadi viral.

Lanjutnya, atas tudingan yang dianggap sangat tidak pantas itu, pihaknya merasa sangat dirugikan. Sebab, selain mencoreng nama lembaga juga terhadap pribadinya sebagai Ketua DPRK Simeulue.

"Tudingan itu sangat tidak tepat, selain tidak sesuai dengan fakta yang ada, juga tidak ada konfirmasi terlebih dahulu pada dirinya selaku ketua dewan," jelas Irwan Suharmi.

Untuk itu, pihaknya berharap, apabila ada sesuatu permasalahan baiknya terlebih dahulu dibicarakan serta dilakukan konfirmasi, jangan asal main tuding langsung.

"Mana berani saya mengeluarkan surat pencabutan atas suatu masalah yang telah diparipurnakan. Kalau saya buat begitu sama saja saya bunuh diri," papar Irwan Suharmi.

Dalam jumpa pers tadi turut hadir, Poni Harjo, wakil Ketua DPRK. Raduin, Mirati, Hamsipar, dan Rita Diana, sebagai Anggota Dewan, serta beberapa perwakilan dari Sekretaris Dewan Simeulue.***

Komentar

Loading...