Diduga Tanpa Izin

Ditreskrimsus Polda Aceh Tindak Tiga Pertambangan Mineral dan Batubara Tanpa Izin 

Ditreskrimsus Polda Aceh Tindak Tiga Pertambangan Mineral dan Batubara Tanpa Izin 
BB yang disita (Foto: Ist)

Lhokseumawe I Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh  dipimpin Kanit I AKP Abdul Hamid SH, menindak tiga pertambangan mineral dan batubara, yang diduga tanpa izin usaha pertambangan (IUP), Selasa, 6 April 2021.

Tiga lokasi tadi berada di Desa Rayeuk Kareueng, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Itu dilakukan sekira pukul 11.30 WIB.

Usaha ini dikelola Nazaruddin (38) warga setempat.  Selain itu, dua lainnya berada Desa Paya Peunteut, Muara Dua Kota Lhokseumawe, sekira pukul 12.20 WIB. 

“Diketahui usaha ini diawasi Hendra (30) warga setempat dan Muhammad Asri (25). Warga Simpang Jaya Krueng Tuan, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara itu sebagai operator,” ungkap sumber media ini di Polda Aceh, Kamis di Banda Aceh.

Sementara di tempat kejadian perkara (TKP) II, polisi berhasil melacak pelaku lainnnya. Termasuk pengelola.

Mereka adalah, Mukhlis Ali (46), warga Desa Paya Peunteut, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe sebagai caker, sedangkan Jalaluddin (42) warga yang sama ditenggarai sebagai pengelola. Dan Munawir (23), warga Desa Blang Pantang, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe sebagai operator.

Untuk TKP III,  Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh  berhasil mendata dua nama pelaku yaitu, Herman (50), warga Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua,Kota Lhokseumawe sebagai pelaku dan Samuri (60) warga Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua sebagai operator.

Hasilnya, tim berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu unit alat berat Merk Hitachi warna orange (TKP I). Satu unit alat berat Merk CAT warna kuning (TKP II) dan satu unit alat berat Merk Hitachi warna orange di TKP III.

“Semua BB itu disita pada Selasa, 6 April 2021 di TKP pertama sekira pukul 11.30 WIB. Disusul di TKP kedua sekira pukul 12.20 WIB dan TKP ketiga sekira pukul 12.35 WIB,” jelas sumber ini.

Berawal dari laporan masyarakat. Lalu Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan penyelidikan. Sekira pukul 11.30 WIB, tim menuju TKP pertama. Hasilnya, ditemukan kegiatan tambang jenis tanah timbun tanpa IUP, menggunakan alat berat Merk Hitachi warna orange yang  sedang bekerja. 

Selanjutnya sekira Pukul 12.20 WIB, tim menuju lokasi kedua dan menemukan kegiatan tambang jenis tanah timbun tanpa IUP,  menggunakan alat berat Merk Cat warna kuning. Selanjutnya sekira Pkl.12.35 wib Tim menuju ke lokasi ketiga dan menemukan giat tambang jenis tanah timbun tanpa IUP dgn menggunakan alat berat Merk Hitachi warna orange yang sedang bekerja. 

“Ketiga alat berat tersebut dievakuasi dari lokasi sekira Pkl. 02.15 WIB, karena dua alat berat Merk Hitachi milik Herman dan Jalaluddin Merk Cat mengalami kerusakan. Selanjutnya alat berat dan pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolda Aceh guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar sumber tadi.***

Komentar

Loading...