Breaking News

Disfungsi Ereksi Jadi 'Alarm' Kesehatan bagi Pria

Disfungsi Ereksi Jadi 'Alarm' Kesehatan bagi Pria
Ilustrasi. Disfungsi ereksi tak hanya mengganggu kehidupan seksual, tapi juga menjadi penanda adanya masalah atau penyakit serius yang dialami tubuh. (Istockphoto/Staras)
Penulis
Rubrik
Sumber
CNN Indonesia

Jakarta I Disfungsi ereksi atau gangguan pada organ seksual pria ini acapkali dianggap memalukan karena mengganggu kehidupan seksual.

Namun, kondisi ini hendaknya tidak disepelekan, karena bisa menjadi 'alarm' adanya penyakit serius. Disfungsi ereksi terjadi ketika penis tidak bisa mempertahankan ereksi alias 'tegang' dalam waktu yang cukup untuk ejakulasi dan mendapat kepuasan seksual.

Gangguan ereksi bisa menyebabkan keintiman dengan pasangan menjadi renggang. Rasanya tak ada seorang pun yang ingin mengalami disfungsi ereksi. Orang dengan masalah ini cenderung menyembunyikannya karena takut akan stigma negatif publik.

Padahal, disfungsi ereksi harus segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Pasalnya, disfungsi ereksi bisa jadi tanda awal berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa.

"Jangan berpikir bahwa disfungsi ereksi enggak apa-apa. Ini [disfungsi ereksi] alarm bahwa tubuh sedang enggak beres, harus diperiksa," kata dokter spesialis urologi konsultan di RSCM, Nur Rasyid, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (12/7).

Rasyid menjelaskan, masalah pada ereksi bisa menjadi pertanda bahwa seseorang mengalami gangguan pembuluh darah, namun belum menunjukkan gejala.

Pasalnya, pembuluh darah pada penis memiliki ukuran yang paling kecil di tubuh, hanya 1/3 dari pembuluh darah jantung. Gangguan pada organ dengan pembuluh darah terkecil ini jadi tanda bahwa ada masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

"Pembuluh darah di penis itu paling kecil. Jadi, ketika ada gangguan, dia [penis] yang kena duluan," ucap Rasyid. Beberapa masalah yang bisa jadi penyebab disfungsi ereksi di antaranya hiperkolesterol dan hipertensi.

Dua penyakit yang memengaruhi pembuluh darah ini mungkin tidak disadari dan tidak menimbulkan gejala. Jika dibiarkan, gangguan pembuluh darah dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular, mulai dari serangan jantung hingga stroke.

"Makanya jangan anggap 'ah udah biarin disfungsi ereksi, udah tua, istri sudah enggak semangat'. Justru, berapa pun usia Anda, ketika terjadi masalah ini harus segera diobati secara medis karena bisa jadi tanda awal penyakit serius," sambungnya.

Rasyid juga menekankan bahwa tindakan medis diperlukan untuk mencari penyebab disfungsi ereksi. Pasien perlu melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mencari tahu apakah ada masalah pada organ dalam atau hanya karena psikologis.

Dokter mungkin meminta Anda melakukan pemeriksaan kolesterol, gula darah, atau rontgen thorax untuk mengobati penyakit penyerta yang menyebabkan disfungsi ereksi. Baca juga: Alasan Obesitas Ganggu Kesuburan pada Perempuan dan Laki-Laki.

"Lebih cepat orang memeriksakan diri ke dokter lebih baik. Kadang pengobatan juga multidisiplin, karena kami juga mengobati faktor risikonya," ujar Rasyid.

Gangguan disfungsi ereksi tentunya tak diinginkan. Disfungsi ereksi juga penyakit serius yang harus mendapat penanganan medis. Namun, Anda bisa menghindari disfungsi ereksi dengan cara mencegah faktor risiko. Beberapa orang dengan hipertensi, penyakit jantung, diabetes, obesitas, sindrom metabolik, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi.

Menjalani pola hidup sehat, rajin berolahraga, dan menghindari penggunaan obat penenang juga bisa mencegah disfungsi ereksi.***

Komentar

Loading...