Terkait Permintaan tak Potong Gaji Untuk Setoran Kredit

Dirut Bank Aceh Haizir Sulaiman: Kami Terus Koordinasi  Bersama OJK dan Pemegang Saham

Dirut Bank Aceh Haizir Sulaiman: Kami Terus Koordinasi  Bersama OJK dan Pemegang Saham
Dirut Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman (Foto: Ist)
Rubrik

Banda Aceh | Direktur Utama (Dirut), PT. Bank Aceh Syariah (BAS) Haizir Sulaiman mengaku. Pihaknya dapat memahami permintaan sejumlah aparatur sipil negara (ASN), yang juga nasabah bank tersebut, agar tidak dilakukan pemotongan gaji atau setoran kredit.

Permintaan serupa juga dilakukan sejumlah nasabah non Pegawai Negeri Sipil (PNS), terutama yang bergerak di sektor jasa usaha kecil dan menengah. Itu terkait kondisi terkini Aceh, yang sedang menghadapi wabah virus corona (Covid-19).

“Ya, kami dapat memahami suasana batin rakyat Aceh saat ini. Itu sebabnya, kami terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta para pemegang saham,” kata Haizir, yang dikonfirmasi media ini, Senin siang di Banda Aceh.

20200330-bas

 Foto: Ist

Diakui Haizir, wabah corona yang kini melanda dunia, Indonesia dan Aceh, telah berdampak pada sektor perekonomian. Hanya saja, pihaknya harus mengikuti berbagai regulasi yang ditetapkan pemerintah. Terutama Menteri Keuangan RI, Bank Indonesia serta Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota.

“Jadi, apa pun keputusan pemerintah dan pemegang saham, itu yang harus kami lakukan,” sebut Haizir.

Sebelumnya, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur meminta kepada perbankan, khususnya PT. Bank Aceh Syariah (BAS), pengurus koperasi maupun bendaharawan gaji, agar tidak dilakukan pemotongan gaji untuk cicilan kredit.

Budiman, seorang ASN/PNS yang bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur pada media ini, Minggu (29/3/2020) berharap, pihak bank dan koperasi dapat memberi kelonggaran pembayaran.

20200330-bas1

Penyemprotan di Pasar Kuala Simpang (Foto: Ist)

Menurutnya, itu sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang disampaikan pekan lalu, seiring merebaknya wabah corona Virus (Covid-19)di Indonesia dan Aceh.

"Presiden Joko Widodo sudah meminta semua jajaran pemerintah melakukan realokasi anggaran dan refocusing kebijakan guna memberi insentif ekonomi bagi pelaku UMKM dan informal sehingga tetap dapat berproduksi dan beraktivitas. Termasuk tidak melakukan PHK," kata Budiman, mengutip perintah Presiden RI ini.

Selain itu tambahnya, pemerintah juga memastikan akan ada relaksasi kredit bagi UMKM terutama untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar. Tujuannya,  sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah Covid-19 di Indonesia.

Tentang angsuran atau cicilan pinjaman di perbankan maupun non perbankan, dia juga berharap agar diberikan rileksasi pada pengguna pinjaman selama satu tahun,  karena lumpuhnya ekonomi masyarakat yang diakibatkan penyebarannya covid-19.

"Kami mohon pada pengurus koperasi dan bendahara gaji agar tidak momotong gaji kami pengguna jasa keuangan koperasi mau pun Bank Aceh. Mengingat kondisi keuangan kami ASN  yang semakin menipis, apalagi sisa gaji yang hanya sedikit namun kebutuhan hari-hari harganya pun semakin meningkat," ujar Budiman.

Ia berharap, apa yang telah disampaikan Presiden RI, sesuai dengan realita, mengingat para ASN yang berpenghasilan rendah turut merasakan dampak ekonomi akibat melambungnya harga sembako, apalagi yang golongan rendahan.

"Semoga ini menjadi realita dan besar harapan kami agar penundaan cicilan selama setahun ini dapat meringankan beban para ASN selama wabah Covid-19 ini berlangsung. Untuk itu kami juga berharap pada Plt.Gubernur Aceh  Nova Iriansyah bisa menginstruksikan kepada Bank Aceh, sesuai instruksi Presiden," harap Budiman.

“Betul, karena itu kami menunggu keputusan (OJK) dan kebijakan dari pemerintah dan pemegang saham yaitu, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten dan Kota di Aceh. Misal, berapa lama kebijakan itu dapat kami lakukan," jelas dia.

Terkait wabah corona saat ini di Aceh. Pihaknya kata Haizir Sulaiman, telah melakukan aksi nyata. Misal, penyemprotan massal di 23 kabupaten dan kota di Aceh. Sekaligus penyerahan bantuan alat semprot untuk mesjid di wilayah kerja Bank Aceh Syariah.

“Ini kami lakukan, sesuai arahan dari Bapak Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar kami peduli dan turut membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucap Haizir.

Dalam upaya pencegahan tadi, Bank Aceh Syariah di seluruh Aceh mengandeng dan berkordinasi dengan pemerintah daerah setempat dengan melibatkan dinas terkait, TNI, Polri, LSM, PMI, perguruan tinggi maupun rumah sakit umum daerah.

“Kami melakukan penyemprotan disnifectant di berbagai lokasi sarana umum seperti tempat ibadah, pasantren,  sekolah dan pusat pasar, yang diangap penting untuk pencegahan  virus corona (Covid-19). Ini sesuai perintah dan petunjuk dari Pak Gub Aceh,” jelas Haizir Sulaiman.***

Komentar

Loading...