Iklan Sisi Lain Special Ramadhan

FGD Tertib Lalu Lintas dan Upaya Pencegahan Covid-19 di Aceh

Dirlantas Polda Aceh: Polisi tak Bisa Sendiri Tanpa Bantuan Masyarakat

Dirlantas Polda Aceh: Polisi tak Bisa Sendiri Tanpa Bantuan Masyarakat
Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Dicky Sandoni SIK MH saat memberi materi pada FGD Forum Jurnalis Aceh (FJA). Foto: Ist
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sandoni mengaku. Dalam upaya pencegahan Covid-19 di Aceh, polisi khususnya dari satuan lalulintas tak bisa sendiri, tanpa bantuan masyarakat.

Peran itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Selain itu, menjadi relawan Satuan Tugas (Satgas) sosialisasi memakai masker.

“Alhamdulillah, kemarin kami sudah bentuk di Pasar Peunayong dengan melibatkan sejumlah pedagang. Mereka menyambut baik, tanpa meminta bayaran atau honor,” jelas Kombes Dicky Sandoni, Sabtu siang di Banda Aceh.

Itu disampaikan pada acara Focus Group Discussion (FGD); Tertib Berlalulintas dan Upaya Pencegahan Covid-19 di Aceh, yang digelar Forum Jurnalis Aceh (FJA) di Rumoh Aceh Tibang, Sabtu, 19 September 2020.

Kata Dicky, tanpa peran dan bantuan masyarakat, berat rasanya bagi polisi dapat mencegah penyebaran virus corona yang terus meningkat.

“Tentu, peran kawan-kawan jurnalis juga menjadi sentral, dengan pemberitaan yang mendidik serta tepat, cepat dan terukur,” jelas mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini.

Dia mengulas, saat bulan ramadhan lalu, pemerintah ada mengeluarkan himbauan agar warga tidak mudik. Lalu, pihaknya melakukan penutupan arus penumpang (warga) di perbatasan Aceh-Sumatera Utara.

“Hasilnya Alhamdulillah, semua angkutan umum tidak boleh masuk, kecuali ada atau harus punya surat rapid tes,” ujar dia.

Dampaknya, selesai lebaran banyak yang memberi apresiasi kepada Aceh karena masuk dalam zona hijau nasional. Tapi, begitu dibuka kembali, saat ini Aceh meraih posisi enam nasional.

“Tentu, banyak variabel lain. Tapi faktanya, pada awal terjangkitnya melalui orang yang masuk dari luar ke Aceh. Atau sebaliknya, orang Aceh yang berpergian dan begitu kembali menjadi positif,” ungkap mantan Kapolres Aceh Tengah ini.

Karena itu, kondisi Aceh saat ini telah menjadi zona merah. Dan berbagai cara dilakukan, mulai dari membagikan masker gratis hingga razia.

“Tapi faktanya, walau satu hari habis 5000 masker, tetap saja ada yang tidak memakainya. Karena itu, selain menertibkan lalulintas bagi penguna jalan, kami juga merazia masker. Hanya saja, tidak ada aturan tegas mengenai hal ini,” kata Kombes Dicky.

20200919-fgd2

Ketua FJA H.Muhammad Saleh didampinggi Sekjen Ahmad Mirza Safwandy saat memberi sambutan pada FGD kerjasama dengan Ditlantas Polda Aceh (Foto: Ist)

FJA Terbuka

Sebelumnya, Ketua FJA H. Muhammad Saleh mengatakan. FGD ini merupakan salah satu program Forum Jurnalis Aceh dalam menjalin kerjasama (bermitra) dengan berbagai elemen masyarakat.

"FJA berdiri beberapa bulan lalu dan memegang prinsip sebagai organisasi terbuka di Aceh. Tujuan utama adalah, meningkatkan kualitas dan kapasitas jurnalis di Aceh. Termasuk melakukan berbagai advokasi dan edukasi terhadap persoalan yang dihadapi jurnalis Aceh," jelas dia.

Karena itu, FJA tetap berbadan hukum, memiliki anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART). Termasuk pedoman organisasi dan kode etik organisasi yang saat ini sedang disusun.

"Jika semuanya sudah selesai, FJA akan mendaftar diri pada Dewan Pers di Jakarta, sebagai salah satu organisasi jurnalis lokal (Aceh) yang legal," jelas Shaleh, usai acara.

Terkait Covid-19,  menurut Shaleh, begitu dia akrab disapa. Peran jurnalis menjadi penting, terutama dalam mewartakan kondisi nyata yang terjadi.

"Bersyukurlah, sampai hari ini Allah SWT belum mememilih kita sebagai korban Covid-19. Karena itu, waspada dan mawas diri menjadi utama," ajak Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO ini. 

FGD ini dihadiri sejumlah jurnalis dan pengurus FJA, termasuk Ketua Majelis Etik, Dr. M. Gaussyah, S.H., M.H (akademisi Unsyiah Banda Aceh) dan anggota Dewan Pakar FJA, Hasan Basri M. Nur (akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh) maupun pejabat utama Ditlantas Polda Aceh.***

 

Komentar

Loading...