Breaking News

Terkait Aksi Ismayadi

Direktur RSJ Aceh, dr Makhrozal: Adi Sudah Dikembalikan kepada Keluarga

Direktur RSJ Aceh, dr Makhrozal: Adi Sudah Dikembalikan kepada Keluarga
Direktur RSJ  Aceh, dr Makhrozal M.Kes (Foto: Dok. MODUSACEH.CO).
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Direktur RSJ  Aceh, dr Makhrozal mengaku, Ismayadi (35) alias Adi, pelaku dua kali pengerusakan Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH dan pemecah kaca mobil Sofyan Daud atau akrab disapa Adun, Selasa (9/7/2019), sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh. Merupakan pasien di rumah sakit tersebut.

Hanya saja sebut dr Makhrozal, status Adi sebagai pasien rawat jalan, bukan rawat inap. “Memang, pasien gangguan jiwa yang kami tanggani secara medis. Jika sudah pulih dikembalikan. Dan Adi, sudah dikembalikan kepada keluarganya,” jelas Makhrozal pada media ini, Rabu, 10 Juli 2019 di Banda Aceh.

Penjelasan ini penting, sebab Adi sudah berulang kali melakukan perbuatan kriminal yang meresahkan. Misal, menghancurkan kaca dan peralatan Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH. Terakhir, memecahkan kaca mobil Honda CVR milik Sofyan Daud, mantan petinggi GAM yang juga Koordinator Komunitas Aceh Jokowi-Amin Kuat (Kajak) Aceh pada Pilpres, 17 April 2019 lalu.

Baca: Ismayadi Kembali Berulah, Kaca Mobil Sofyan Daud Dihancurkan

Menurut Makhrozal, Adi pernah jadi pasien RSJ Aceh. Bahkan, sempat menjadi anak angkat mantan Direktur RSJ Aceh, Almarhum Saifuddin. Bahkan, tinggal bersama dia. Hanya saja, begitu mantan PJ Bupati Pidie Jaya ini meninggal dunia, pengawasan Adi menjadi tak jelas. “Hanya, kadang-kadang kambuh, kalau tidak rutin minum obat,” jelas Makhrozal.

Lalu, kenapa Adi serta ada sejumlah pasien gangguan jiwa berkeliaran? Kata Makhrozal. Pihaknya menerima dua sumber pasien. Pertama,  yang diantar keluarga. Kedua, dari hasil razia petugas. Nah, setelah dinyatakan sembuh secara klinis atau sudah bisa bersosialisasi kembali dalam masyarakat, dikembalikan kepada keluarga. “Sampai di sini, pihak kami sulit untuk mengontrolnya kembali,” papar  Makhrozal.

Sebelumnya, Selasa (9/7/2019), sekitar pukul 16.00 WIB di Kantor DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh. Saat itu, Adun bersama kawan-kawan dan fungsionaris Partai Golkar Aceh sedang duduk santai di bagian belakang kantor itu. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di halaman parkir kantor tersebut.

Tum..tum,,,tum! Seketika, seluruh orang yang ada di sana kaget dan lari ke depan. Hasilnya, kaca depan dan belakang mobil Honda CRV milik Adun pecah berantakan. Itu dilakukan oleh Adi. Melihat gelagat tidak baik, beberapa orang mengamankan Adi, selanjutnya memanggil petugas Satpol PP/WH Aceh. Saat itu juga Adi diamankan di kantor tersebut.

Sumber media ini di Kantor Golkar Aceh menyebutkan. Adi mengaku tersinggung dengan Adun, karena namanya tercatat sebagai calon Ketua DPD PDIP Aceh. “Calon Ketua PDIP ngapain main ke Golkar,” jelas sumber tadi, meniru ucapan Adi.

Sofyan Daud yang dikonfirmasi media ini membenarkan kejadian tersebut. “Benar, dia sudah diamankan Satpol PP,” jelas Adun singkat. Ironis, walau Adi melakukan berbagai perbuatan yang meresahkan warga, tapi dia tetap dibiarkan Pengurus DPD I Partai Golkar Aceh, untuk berada di sana.

Bahkan, sempat bermalam. Tak jelas, apakah mereka takut dengan Adi atau ada alasan lain. Sebab, hingga kini belum ada penjelasan tertulis dari partai politik penguasa Orde Baru (Orba) tersebut. Lantas, siapa yang bertanggungjawab dari berbagai perbuatan Adi yang terus berulang dan meresahkan itu? Semoga tak semudah melepas tangan.***

Komentar

Loading...